Beranda Artikel YAIDS WFH

YAIDS WFH

60
0
Advertisement

Yayasan AIDS Indonesia tetap
berkomitmen selama Work From Home


Yo, sahabat YAIDS

Seperti yang kita semua ketahui, di dunia saat ini dilanda pandamik virus Corona, tak terkecuali Indonesia. Dan banyak juga bermunculan frasa kata-kata baru seperti social distancing, WFH (Work From Home), sampai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Masyarakat disarankan untuk tidak bepergian keluar rumah sampai waktu yang ditetapkan, dan menjaga jarak untuk sementara waktu baik secara fisikal maupun sosial. Meskipun terhadang oleh pandemik virus Corona, bukan berarti manusia berhenti untuk menggerakan roda ekonomi, banyak cara dicoba untuk tetap produktif dimasa sulit seperti ini, salah satu solusi yang ditawarkan adalah Work From Home atau biasa disingkat WFH, arti dalam Bahasa Indonesianya adalah bekerja dari rumah. Meskipun tidak masuk secara fisik ke kantor, tapi para pekerja diminta untuk tetap bekerja seperti yang biasa mereka lakukan di kantor, meskipun terbatas aktivitasnya.

Kegiatan Work From Home ini juga menjadi salah satu kebijakan Yayasan AIDS Indonesia di masa pandemik virus Corona, seperti yang dikatakan salah satu pengurus Yayasan AIDS Indonesia mas Arief Rahman “berdasarkan keputusan pemerintah, lebih tepatnya pemerintah pusat provinsi DKI Jakarta, Instansi yang dibolehkan masih berjalah di masa pandemik virus Corona adalah instansi yang bergerak di pelayanan dan jasa seperti pemerintahan, pusat kesehatan, lembaga masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan. Yayasan AIDS Indonesia adalah salah satu instansi yang bergerak di bidang kesehatan tersebut, maka dari itu dilihat dari kondisinya Yayasan AIDS Indonesia sebisa mungkin tetap menjalankan fungsinya untuk masyarakat luas, yaitu penyebaran informasi terkait HIV & AIDS”. mas Arief Rahman juga menambahkan “meskipun saat ini staf Yayasan AIDS Indonesia melakukan pekerjaan dari rumah, tapi jika ada hal yang harus dilakukan di kantor, para staf dan supporting program diminta untuk bisa hadir di kantor, namun dengan jumlah yang seminim dan seefektif mungkin”. Terakhir, mas Arief Rahman menambahkan “bagi karyawan yang sudah berusia diatas 60 tahun, atau memiliki penyakit penyerta tidak diwajibkan untuk hadir di kantor sampai waktu yang ditetapkan sesuai dengan keputusan pemerintah”. Work From Home Yayasan AIDS Indonesia diberlakukan sejak tanggal 23 Maret 2020 kemarin, meskipun ada beberapa hari staf Yayasan AIDS Indonesia tetap masuk karena satu dan lain halnya, bukan berarti karena pandemik virus Corona yang melanda saat ini dan keterbatasan Work From Home membuat pelayanan Yayasan AIDS Indonesia kepada masyarakat luas juga menjadi minim dan terbatas, justru ini menjadi pembuktian Yayasan AIDS Indonesia tetap aktif memberikan informasi kepada masyarakat. Banyak inovasi yang dibuat Yayasan AIDS Indonesia untuk tetap menjalankan fungsinya. Berikut adalah beberapa hal yang tetap dilakukan Yayasan AIDS Indonesia di kala Work From Home:

Advertisement
  •  KIE Online adalah inovasi yang dibuat Yayasan AIDS Indonesia untuk tetap memberikan edukasi ke masyarakat luas, yang biasanya KIE dilakukan secara tatap muka langsung didalam suatu ruangan kepada masyarakat, KIE Online dilakukan secara daring melalui akun resmi Instagram Yayasan AIDS Indonesia memberikan KIE Online lewat fitur Live yang ada di Instagram, sejauh ini program KIE Online mendapat sambutan positif dari followers Instagram Yayasan AIDS Indonesia.
  • Live Instagram YAIDS chit-chat, adalah program yang sejalan dengan KIE Online, dimana mas Daniel Edyson dan mas Verrel Yudistira yang merupakan pembawa acara program ini berinteraksi langsung dengan viewers untuk membahas isu-isu yang sedang terjadi saat ini dan tidak terbatas di isu-isu HIV & AIDS saja.
  • One Day One Post Instagram adalah salah satu bentuk komitmen Yayasan AIDS Indonesia untuk tetap aktif di Instagram, meskipun terbatas dengan Work From Home, Yayasan AIDS Indonesia tetap bisa menjalankan fungsinya untuk masyarakat luas.
  • Pengaktifan akun resmi Youtube Yayasan AIDS Indonesia merupakan langkah besar selanjutnya yang diambil, Youtube adalah sarana baru Yayasan AIDS Indonesia untuk menjangkau lebih banyak audiens, kedepannya akan banyak acara-acara baru yang akan hadir di dalamnya.
  • WAGS (WhatsApp Group Sahabat) adalah bentuk lain dari KIE Online, dimana pemberian informasi diberikan melalui aplikasi WhatsApp kepada audiens yang bergabung ke dalam suatu grup. Meskipun tidak diberikan secara luas ke masyarakat dan hanya kepada beberapa kelompok, namun ini bisa meningkatkan interaksi secara personal kepada audiens.
  • Aktivasi program KAPOK (Kamar Pojok), program baru Yayasan AIDS Indonesia, mas Daniel Edyson sebagai pembawa acara akan mengundang bintang tamu yang dengan senang hati membantu Yayasan AIDS Indonesia dalam penyebarluasan informasi HIV & AIDS.

Yayasan AIDS Indonesia tidak sendirian melakukan kegiatan-kegiatan ini, banyak pihak yang membantu dalam prosesnya, seperti M.Radio dari Universitas Muhammadiyah yang membantu program KIE Online, chit-chat, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPMI) untuk program WAGS, BVoices dari Universitas Bina Nusantara dan Moestopo Radio dari Universitas Moestopo yang membantu didalam program KIE Online, ada juga PopFM yang bekerja sama untuk media visit dimana Yayasan AIDS Indonesia akan melakukan kunjungan untuk meningkatkan brand awarness Yayasan AIDS Indonesia ke masyarakat.

Para staf dan pengurus Yayasan AIDS Indonesia juga mempunyai beberapa tips & trick dan masukan yang bisa kita lakukan saat Work From Home ini, diantaranya adalah:

  • Arief Rahman (Anggota Dewan Pengurus) “Jangan jadikan WFH untuk bermalas-malasan, karena setelah pandemik virus Corona berakhir Yayasan AIDS Indonesia akan segera mengejar semua ketertinggalan”.
  • Bernhard A.W (Anggota Dewan Pengurus) “WFH tidak sama dengan liburan, kita masih punya tanggung jawab, tetap stand-by selama jam kerja, menjaga kebersihan diri,
    melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan, dan berdoa agar pandemik virus Corona segera berakhir.
  • Lili Halimah (Wakil Kepala Sekretariat Yayasan AIDS Indonesia) “Mencoba hal-hal yang baru, mengembangkan hobi, dan jangan lupa untuk berolahraga”.
  • Anink Edyson (Staf Kesekretariatan) “Jangan jadikan WFH sebuah beban, mengerjakan hal yang berhubungan dengan kantor di rumah, menyiapkan minuman dan makanan favorit, dan bersantai dengan keluarga setelah semua kerjaan selesai”.
  • Rahayu N (Staf Kesekretariatan) “Pastikan koneksi internet yang lancar dan aman, tetap berkomunikasi dengan tim, dan membuat meja kerja di rumah yang nyaman”.
  • Rendika Rezky (Koordinator Divisi Komunikasi dan Kerjasama) “Membuat daftar hal yang akan dikerjakan, membuat target harian, dan menjaga komunikasi tetap lancar”.
  • Verrel Yudistira (Koordinator Kampanye) “Mengatur pola hidup sehat, kerjakan pekerjaan rumah sebelum mengerjakan pekerjaan kantor, membuat skala prioritas, dan manfaatkan waktu yang ada selama WFH”.
  • Hamzah Dwiputra (Supporting Program) “Isi setiap jam dengan hal yang produktif seperti mempelajari hal-hal baru yang mendukung dalam pekerjaan, luangkan waktu 10 menit setelah 1 jam bekerja untuk istirahat dan manfaatkan waktu senggang untuk membaca buku”.
  • Novario (Supporting Program) “Mendengarkan musik agar bisa tetap fokus mengerjakan pekerjaan, menjaga pola hidup yang sehat, dan meningkatkan kebiasaan positif yang bermanfaat dalam pekerjaan”.

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp: +62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here