Beranda All News & Media Virus: Mengenal Secara Umum Apa Itu Virus

Virus: Mengenal Secara Umum Apa Itu Virus

30
0
Advertisement

Yoo, Sahabat YAIDS

Kita selalu membahas HIV & AIDS, namun apakah kita tau makhluk biologis seperti apakah virus itu? Bagaimana sistem kerjanya di dalam tubuh? Ada berapa jenis yang mematikan untuk manusia? Dan beberapa pertanyaan umum lainnya.

Namun kita tidak akan membahas secara dalam dan ilmiah, melainkan memberikan pengetahuan dan gambaran umum persoalan terkait virologi.

Advertisement

Pengertian Secara Umum

Virus adalah suatu badan mikrokospik yang sangat kecil dan hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop elektron, dan dapat menginfeksi sel organisme biologis. Virus merupakan parasit atau mahluk hidup yang bergantung pada inangnya (makhluk hidup lainnya). Berukuran sekitar 20-300 nm (nanometer) dan mempunyai komposisi kimia yang bervariatif antara satu jenis dan jenis lainnya.

Virus juga memiliki Ribonucleic acid (RNA) atau pembawa dan penerjemah kode etik untuk pembuatan protein dan Deoxyribonucleic acid (DNA) yang berfungsi untuk menyimpan dan menurukan informasi genetik. RNA dan DNA inilah yang digunakan untuk menginvansi sel inangnya dan memutasi proten yang ada untuk proses reproduksi.

Status virus sering menjadi kontroversi apakah ia termasuk makhluk hidup atau bukan. Meski memiliki ciri makhluk hidup karena memiliki DNA dan dapat berkembang biak, sedangkan disebut benda mati karena tidak memiliki sel dan dapat dikristalkan.

Mungkin solusi terbaik untuk masalah ini adalah dengan menyebutnya sebagai makhluk perantara yang tidak termasuk ke dalam kelompok makhluk hidup juga tidak sepenuhnya dapat dikatakan sebagai benda mati. Virus bersifat obligat, artinya hanya dapat hidup dalam sel inang dan tidak dapat bertahan di luar sel.

Virus dalam Kehidupan

Kebanyakan virus bersifat merugikan (parasit) terhadap kehidupan mahluk hidup lainnya, meski ada beberapa jenis yang dimanfaatkan dalam genetika. Melalui terapi gen, gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik (penyembuh).

David Sanders, seorang profesor biologi pada Purdue’s School of Science telah menemukan pemanfaatan virus dalam dunia kesehatan. Sanders berhasil menjinakkan cangkang luar virus Ebola sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembawa gen kepada sel yang sakit.

Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia dan tumbuhan. Sejauh ini tidak ada mahluk hidup yang tahan terhadapnya. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu pada inangnya. Virus yang menyebabkan flu menyerang saluran pernapasan, virus campak menginfeksi kulit, virus hepatitis menginfeksi hati, virus rabies menyerang sel-sel syaraf.

Begitu juga yang terjadi pada sel darah putih, yaitu suatu gejala penyakit yang mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh penderita. Gejala penyakit tersebut disebabkan oleh HIV yang secara khusus menyerang sel darah putih.

7 Virus Mematikan dalam Sejarah Manusia

  1. Influenza atau biasa dikenal dengan virus yang menyebabkan flu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 500 ribu orang meninggal setiap tahunnya. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyebut flu Spanyol adalah pandemi flu paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Merebak di 1917-1918 dan membunuh sekitar 50 juta orang atau sepertiga populasi manusia saat itu.
  2. HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Untuk Sejarah HIV di dunia bisa dibaca di artikel terkait berikut.
  3. Rabies merupakan jenis yang menyerang otak dan sangat berbahaya. Jika seseorang tidak mendapat perawatan, kemungkinan besar nyawa orang tersebut tidak akan bertahan lama.
  4. Ebola pertama kali terjadi penyebarannya pada tahun 1976 di Sudan dan Republik Demokratik Kongo. WHO mencatat antara 1976-2013 ada sebanyak 24 wabah meliputi lebih dari 2 ribu kasus dan lebih dari separuhnya meninggal. Outbreak terbesar terjadi di Afrika Barat pada Desember 2013 – Januari 2016 dengan lebih dari 28 ribu kasus dan sekitar 11 ribu kematian.
  5. Variola atau yang biasa dikenal dengan cacar. Variola disebabkan oleh dua jenis virus yaitu Variola Major dan Variola Minor. Sampai abad ke 20, cacar sudah membunuh kurang lebih 300 juta orang di seluruh dunia.
  6. Dengue atau Demam Berdarah Dengue (DBD). Dengue dibawa oleh spesies nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang biasa ditemukan di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Setiap tahun, dengue menginfeksi 50-100 juta orang. Tingkat kematiannya terhitung jauh lebih rendah daripada jenis lain yakni 2,5 persen. Namun jika penanganannya tidak tepat, tingkat kematian bisa mencapai 20 persen.
  7. SARS-CoV menyebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) muncul pada tahun 2002 dan menginfeksi sekitar 8 ribu orang di seluruh dunia dan membunuh lebih dari 770 orang dalam masa dua tahun.

HIV, Terapi ART, dan Ketahanan HIV di Udara Terbuka

Terapi antiretroviral sangat efektif dalam mengelola tingkat HIV. Penggunaan berkelanjutan telah terbukti mencegah orang yang terinfeksi HIV berkembang menjadi AIDS, dan dapat menurunkan jumlah virus ke tingkat yang hampir tidak terdeteksi.

Dengan terapi antiretroviral, kebanyakan orang dapat berharap untuk hidup panjang dan sehat. Sayangnya, terapi antiretroviral bukanlah obat untuk HIV. Ini karena kemampuan HIV untuk menyembunyikan instruksinya di dalam sel yang tidak dapat dijangkau oleh obat.

HIV dapat menggabungkan dirinya ke dalam DNA sel inangnya. terapi antiretroviral dapat menghentikan virus baru yang mungkin diproduksi dari menginfeksi sel baru, tetapi tidak dapat menghilangkan DNA virus dari genom sel inang.

Kebanyakan sel inang akan mati karena infeksi, tetapi sejumlah kecil sel tampaknya hidup dalam waktu yang sangat lama di dalam tubuh. Seringkali, DNA virus dapat dihidupkan, dan sel mulai menghasilkan yang baru.

Inilah mengapa kepatuhan pengobatan sangat penting. Menghentikan pengobatan, bahkan untuk waktu yang singkat, dapat menyebabkan sel baru terinfeksi HIV. Serta dibutuhkan bantuan dan semangat moril dari semua pihak untuk membantu ODHA agar patuh dalam mengkonsumsi ARV.

Pada dasarnya HIV tidak bisa bertahan lama di luar tubuh, apalagi ketika inangnya rusak. HIV hanya dapat bertahan hidup dalam cairan dan kondisi tubuh tertentu. Tidak ada waktu yang ditentukan, tetapi dalam beberapa kondisi dapat bertahan lebih lama. Ini karena banyak faktor yang memengaruhi kelangsungan hidupnya, termasuk:

  • Jenis cairan tubuh tempat virus berada
  • Jumlah virus dalam cairan tersebut
  • Suhu dan kelembaban lingkungan
  • Keasaman lingkungan sekitar
  • Apakah ada paparan sinar matahari

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp

+62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

+62 813-1775-9645 (Kerjasama dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here