Beranda All News & Media Virus dan HIV

Virus dan HIV

5
0
Advertisement

Halo, sahabat YAIDS! Human immunodeficiency viruses atau yang lebih dikenal dengan sebutan HIV adalah salah satu virus yang masih menjadi momok bagi masyarakat luas. Namun, apakah sebenarnya kalian tahu apa itu virus? Yuk, simak pembahasan kali ini agar kalian bisa lebih paham!

Advertisement

Virus merupakan suatu jasad renik yang berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat oleh mikroskop elektron yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus juga bisa dikatakan sebagai parasit atau makhluk hidup yang kehidupannya bergantung pada makhluk hidup lain. Bentuk dan komposisi kimia dari virus bervariasi, tetapi hanya mengandung RNA atau DNA saja. Virus bersifat obligat atau tidak dapat bertahan hidup tanpa sel inangnya.

Namun, virus sendiri masih menjadi perdebatan, apakah virus termasuk makhluk hidup atau bukan. Virus disebut makhluk hidup karena memiliki DNA dan dapat berkembang biak yang mana menjadi ciri-ciri makhluk hidup, sedangkan disebut benda mati karena tidak memiliki sel dan dapat dikristalkan. Oleh karena itu, akan lebih baik menyebut virus sebagai makhluk perantara yang bukan golongan dari makhluk hidup, tetapi tidak sepenuhnya benda mati.

Sebenarnya, ada beberapa virus yang dapat dimanfaatkan pada rekomendasi genetika. Gen jahat yang ada dalam virus sebagai penyebab infeksi diubah menjadi gen baik atau sebagai penyembuh. Akan tetapi, kebanyakan virus membawa kerugian bagi makhluk hidup sehingga terkenal dapat penyebab infeksi.

Tidak ada makhluk hidup yang bisa bertahan dengan virus sampai saat ini. Virus akan menyerang sel-sel tertentu pada inangnya secara khusus, misalnya virus hepatitis yang menyerang hati manusia atau virus rabies yang menyerang sel-sel syaraf pada hewan. Virus tidak hanya merugikan manusia dan hewan, tetapi tumbuhan pun bisa terkena dampak dari virus tertentu. Hal ini bisa mempengaruhi hasil panen petani.

Ada berbagai macam jenis virus yang ada di dunia ini. Virus-virus tersebut biasanya cukup berbahaya, bahkan ada yang sampai merenggut nyawa seseorang. Berikut di antaranya beberapa virus yang bisa sampai membahayakan nyawa manusia.

  1. Influenza

Menurut data dari WHO, ada 500 ribu orang meninggal dikarenakan influenza. Pandemi terjadi dengan penyebaran penyakit yang lebih cepat dan tingkat kematian yang lebih tinggi ketika ada strain baru muncul. Salah satu flu yang paling mematikan adalah pandemi flu Spanyol. Virus tersebut menyebar pada tahun 1917—1918 dengan kasus kematian yang mencapai sekitar 50 juta orang atau sepertiga dari populasi manusia pada saat itu.

 

  1. Rabies

Masalah rabies masih menjadi masalah yang cukup besar di sebagian Afrika dan India sampai sekarang ini. Rabies bisa menjadi masalah yang serius bahkan fatal walaupun hanya dengan sekali penyerangan. Untungnya, vaksin rabies bagi hewan peliharaan mulai tahun 1920. Menurut Elke Muhlberger, seorang profesor mikrobiologi di Boston University sekaligus ahli virus ebola, penyakit rabies sangatlah berbahaya karena dapat merusak sistem otak. Adanya vaksin rabies digunakan untuk menolong orang yang tergigit hewan pengidap rabies. Jika seseorang terinfeksi rabies dan tidak mendapatkan perawatan segera, ada kemungkinan orang tersebut 100 persen mati.

 

  1. Dengue

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang membawa virus dengue dan menyebarkannya lewat gigitan. Kasus DBD di Indonesia sendiri masih terbilang cukup tinggi. Virus ini muncul di Filipina dan Thailand pada tahun 1950-an sebagai kemunculan pertama. Kemudian, virus ini menyebar ke wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Virus dengue dapat menginfeksi 50—100 juta orang setiap tahunnya. Tingka kematiannya adalah sebesar 2,5 persen yang mana masih termasuk rendah dibandingkan dengan virus lainnya. Akan tetapi, tingkat kematiannya bisa meningkat hingga 20 persen jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

 

  1. Ebola

Penyebaran ebola pertama kali terjadi pada tahun 1976 di Sudan dan Republik Demokratik Kongo.  Pada sekitaran tahun 1976—2013, WHO mencatat sebanyak 24 outbreak yang meliputi lebih dari 2.000 kasus di mana lebih dari separuhnya mengalami kematian. Sementara itu, outbreak terbesarnya terjadi di Afrika Barat pada Desember 2013 hingga Januari 2016 dengan kasus sebanyak lebih dari 28.000 dan sekitar 11.000 di antaranya mengalami kematian.

Elke Muhlberg, seorang profesor mikrobiologi di Boston University sekaligus ahli virus ebola, mengatakan bahwa strain virus ditemukan bervariasi pada korban meninggal. Satu strain, Ebola Reston, tidak membuat seseorang jatuh sakit. Akan tetapi, strain Bundibugyo memiliki tingkat kefatalan sampai 50 persen dan strain Sudan mencapai 71 persen.

 

  1. Variola

Penyakit cacar adalah penyakit yang disebabkan oleh dua jenis virus, yaitu variola mayor dan variola minor. Sebenarnya, cacar dapat membunuh satu dari tiga orang yang terinfeksi virusnya. Sementara itu, orang yang dapat bertahan melawan cacar akan memiliki bekas luka permanen dari penyakit tersebut atau bahkan kebutaan.

 

  1. SARS-CoV

Penyakit severe acute respiratory syndrome (SARS) disebabkan oleh virus yang muncul pertama kali di Guangdong, Cina Selatan, pada tahun 2002. Virus tersebut bisa jadi dibawa oleh kelelawar yang lalu hinggap pada musang dan akhirnya menginfeksi manusia. Penyakit SARS menyebar ke 26 negara di dunia dan menginfeksi sebanyak kurang lebih 8.000 orang serta membunuh lebih dari 770 orang dalam dua tahun. Tingkat mortalitasnya tercatat sebesar 9,6 persen.

 

  1. HIV

Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan virus yang tidak kalah mematikan dibandingkan dengan virus lainnya. HIV sendiri mulai terjadi pada awal tahun 1980-an. WHO pun melaporkan ada sebanyak 75 juta orang positif HIV dan kurang lebih 32 juta orang meninggal dikarenakan penyakit acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).

Jika berbicara kembali mengenai kaitan HIV dan virus, HIV menjadi salah satu virus yang sangat sulit untuk disembuhkan. Adanya obat antiretroviral (ARV) memungkinkan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mampu bertahan hidup atau bahkan menjadi lebih sehat sehingga biasanya mereka akan menjalani terapi antriretroviral. Namun sayangnya, terapi antiretroviral sendiri bukan merupakan obat paten yang benar-benar mampu menghilangkan HIV selamanya. Hal ini dikarenakan virus HIV yang mampu menyembunyikan instruksinya di dalam sel sehingga ada yang tidak dapat dijangkau oleh obat. Setelah seseorang terinfeksi HIV, virus menjadi bagian dari kode genetik dalam jutaan sel dan beberapa di antaranya berada di luar jangkauan sistem kekebalan tubuh serta jauh dari ARV. Bagian tubuh tempat persembunyian virus disebut sebagai reservoir (waduk).

HIV menggabungkan dirinya ke dalam DNA sel inang selama siklus hidupnya. Terapi antiretroviral dapat menghentikan virus baru yang mungkin diproduksi dari menginfeksi sel baru, tetapi tidak dapat menghilangkan DNA virus dari genom sel inang sehingga sangat penting untuk terapi secara teratur. Ketika seseorang menghentikan pengobatannya untuk waktu yang sebentar saja, sel baru yang terinfeksi HIV pun bisa berkembang.

Faktanya, HIV tidak dapat bertahan lama di luar tubuh dan juga tidak dapat mereplikasi tanpa inang manusia. Walaupun demikian, tidak ada jawaban yang pasti tentang berapa lama virus tersebut dapat bertahan di luar tubuh karena hal itu tergantung pada jenis cairan virus itu. HIV hanya dapat bertahan hidup dalam cairan dan kondisi tubuh tertentu yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis cairan tubuh tempat virus berada, jumlah virus dalam cairan tersebut, suhu dan kelembaban lingkungan, keasaman lingkungan sekitar, dan apakah ada paparan sinar matahari atau tidak.

Kira-kira sampai di sini pembahasan kita mengenai virus dan kaitannya dengan HIV. Semoga pembahasan kali ini dapat memperkaya pengetahuan sahabat YAIDS  dan semakin memahami tentang virus. Sampai jumpa di pembahasan lainnya!

 

 

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here