Beranda All News & Media Vaksin Covid-19 Amankah untuk ODHIV atau ODHA ?

Vaksin Covid-19 Amankah untuk ODHIV atau ODHA ?

19
0
sumber : https://www.unaids.org/sites/default/files/styles/document_thumbnail_unaids/public/media_asset/covid19-vaccines-and-hiv_en.pdf.png?itok=ouX_NAGi
Advertisement

Yoo, Sahabat YAIDS,

Sejak awal kedatangan vaksin virus SARS-CoV-2-19 di Indonesia muncul berbagai informasi dan wacana perihal penggunaan vaksin SARS-CoV-2-19 untuk Orang Dengan HIV Positif (ODHIV) dan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ODHIV dan ODHA tidak diperbolehkan untuk disuntikan vaksin SARS-CoV-2-19.

Advertisement

Terkait hal ini, pemerintah tetap akan melakukan vaksinasi kepada ODHIV dan ODHA. Namun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberlakukan syarat vaksin SARS-CoV-2-19 bagi para ODHA. Kasubdit HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Kementerian Kesehatan RI, Nurjannah menjelaskan bahwa ada beberapa syarat vaksin SARS-CoV-2-19 untuk ODHIV dan ODHA. Syarat itu adalah Cluster of Differentiation 4 atau sel darah putih yang di atas 200 dan hasil pemeriksaan viral load (tingkat kerentanan) yang tidak terdeteksi.

“Untuk HIV, mereka bisa menerima (vaksin) dengan catatan CD4-nya (Cluster of Differentiation) di atas 200 atau hasil dari pemeriksaan viral load-nya tidak terdeteksi,” ujar Nurjannah seperti dilaporkan Antara.

Viral load sendiri adalah sebuah kondisi dimana virus tersebut tidak terdeteksi yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh memulih dan berhasil memperkuat diri.

“Artinya kondisinya itu stabil, itu khusus untuk HIV. HIV itu tidak ada kata sembuh, yang ada adalah kata tidak terdeteksi atau undetectable atau tersupresi virusnya itu setelah diperiksa dengan viral load,” kata Nurjannah.

Dengan demikian ODHA tetap bisa menerima penyuntikn vaksin SARS-CoV-2-19 yang dilakukan pemerintah namun sebelum dilakukan penyuntikan perlu adanya pemeriksaan Viral load.

Sampai dengan artikel ini pertama kali diturunkan memang belum ada ODHA yang disuntikan vaksin SARS-CoV-2-19 di Indonesia namun dibeberapa negara lain sudah ada yang melakukannya.

Pada publikasi yang diterbitkan oleh UNAIDS pada 12 Januari 2021 yang berjudul “SARS-COV-2-19 VACCINES AND HIV” merilis berbagai informasi perihal Vaksin SARS-CoV-2-19 untuk ODHIV dan ODHA berikut adalah poin poin yang dirilis yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia :

  • Vaksin SARS-COV-2-19 sedang dikembangkan atau disetujui oleh regulator yang diyakini

aman bagi kebanyakan orang, termasuk orang dengan HIV. Oleh karena itu tidak ada alasan mengapa orang dengan HIV tidak boleh menolak vaksin ketika ditawarkan.

  • Vaksin SARS-COV-2-19 membawa manfaat yang sama untuk orang dengan HIV saat mereka membawa kepada semua individu dan komunitas—pencegahan

penyakit parah akibat SARS-CoV-2 dan berpotensi mengurangi penularan virus SARSCoV-2.

  • Orang dengan HIV harus terus mengambil terapi antiretroviral yang efektif.
  • Bahkan setelah vaksinasi, orang tetap harus melanjutkan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap Virus SARS-CoV-2.

Kami Yayasan AIDS Indonesia beracuan pada Kementerian Kesehatan RI khususnya Direktorat Jendral P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) selaku Lembaga pemerintah pusat yang menaungi kesehatan di Indonesia dalam mengeluarkan informasi.

 

Yuk sama sama kita jauhi perilaku berisiko penularan HIV dengan cara :

Abstinance : Tidak berhubungan seks di luar nikah

Be Fathful : Saling setia dengan pasangan

Condom : Gunakan condom ketika berhubungan seks dengan pasangan SAH yang salah satunya positif HIV

Don’t use drugs : Tidak menggunakan narkoba jenis apapun

Euipment : Gunakan peralatan pribadi dengan steril

Dan selalu patuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan Virus SARS-CoV-2 dengan selalu 5M :

Menggunakan Masker

Menjaga Jarak

Mencuci tanggan dengan air mengalir dan sabun

Menjauhi keramaian dan perkumpulan

Membiasakan pola hidp sehat

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :

Instagram

Facebook

Twitter

E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp

+62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

+62 813-1775-9645 (Kerjasama dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here