Beranda All News & Media TEST HIV: MEMANGNYA PENTING?

TEST HIV: MEMANGNYA PENTING?

63
0
Advertisement

Pentingnya Test HIV

(Oleh: Sekar Ayu Larasati, Universitas Bina Nusantara)

Sahabat YAIDS,

Advertisement

Walaupun dilanda rasa bosan selama menjalani aktivitas yang serba terbatas di masa pandemi ini, kita harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan juga badan kesehatan dunia agar terhindar dari virus Covid-19. Menjaga kesehatan diri dan lingkungan tidak hanya berguna untuk mencegah penularan Covid-19, tetapi juga dari berbagai macam penyakit lainnya misalnya HIV/AIDS.

Namun demikian, HIV/AIDS pastinya sangat jauh berbeda dengan Covid 19 ataupun virus lainya. Cara penularanya yang bisa dikatakan banyak orang yang belum mengetahuinya, Menyebabkan untuk mengetahui orang yang terinfeksi virus ini tidak bisa di deteksi secara kasat mata atau bentuk fisi. Hanya ada beberapa cara yang bisa di gunakan untuk mengetahui apakah orang tersebut teinfeksi HIV/AIDS atau tidak.  Oleh karena itu, test HIV/AIDS dirasa perlu untuk dilakukan agar dapat meminimalisir penularannya.

HIV merupakan salah satu Virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Virus ini menjadi sangat berbahaya karena belum ditemukannya obat atau vaksin untuk pengobatan maupun pencegahannya. Karena didasari dengan latar belakang tersebutlah Maka test HIV/AIDS sangatlah penting, Guna mengetahui apakah tubuh seseorang terindikasi terjangkit virus HIV/AIDS.

Ada beberapa metode yang digunakan dalam pengecekan status virus HIV di dalam tubuh seseorang. Namun pada akhirnya tetap media yang digunakan untuk mengetahui seseorang terinfeksi HIV/AIDS atau tidaknya hanya melalui Darah.

Sahabat YAIDS sudah ada yang tahu atau belum, Bagaimana sebenernya agar kita mengetahui status HIV kita? Seiring berkembangnya dunia Kesehatan, Test HIV kini bisa dilakukan dengan beberapa metode yang ada di tengah masayrarakat. Test HIV untuk memeriksa antibodi yang berasal dari sistem kekebalan tubuh sebagai bentuk reaksi dari infeksi HIV.

Mungkin banyak di antara kita yang mengetahui bahwa virus ini hanya berada di tubuh orang dewasa saja. Faktanya menurut laporan yang di dapat dari WHO Virus HIV dapat ditularkan dari ibu yang mengidap virus HIV kepada anak selama masa kehamilan. Terdapat 15% hingga 30% resiko penularan dari ibu ke anak dari sebelum melahirkan hingga sesudah melahirkan. WHO memperkirakan bahwa setiap harinya terdapat 1.600 orang yang terindikasi virus HIV. Lebih dari 90% virus HIV pada anak ditularkan oleh ibu mereka. Oleh sebab itu, test HIV/AIDS sebaiknya dilakukan sejak dini agar lebih memudahkan pengobatan dan dapat mengurangi resiko tingkat penularan.

Lalu apa saja jenis-jenis tes untuk mendeteksi adanya virus HIV/AIDS pada tubuh? Berikut uraiannya.

  1. Test Antibodi

Dalam test antibodi, kita dapat mengetahui keberadaan antibodi dalam darah sebagai reaksi tubuh dari infeksi virus HIV/AIDS. Hasil dari test antibodi dapat diketahui sekitar 30 menit.

  1. Test Kombinasi Antibodi – Antigen

Test kombinasi ini digunakan untuk mendeteksi antibodi dan antigen HIV pada darah yang biasa dikenal sebagai p24. Antigen p24 diproduksi oleh tubuh sekitar 2-6 minggu setelah terpapar virus HIV.

  1. Test NAT

Test NAT atau Nucleic Acid Testing atau test asam nukleat bertujuan untuk mendeteksi keberadaan virus HIV lebih cepat yaitu dalam kurun waktu 10–33 hari setelah terpapar virus HIV.

  1. Test VCT

Test VCT atau Voluntary Counselling and Testing merupakan test yang dilakukan secara sukarela yang bertujuan untuk mendeteksi dan juga mengobati penderita HIV. Sesi konseling VCT dilakukan oleh dokter atau konselor.

Test HIV dapat dilakukan secara rutin sejak usia 13-64 tahun. Dokter akan menganjurkan test HIV pada orang yang memiliki situasi seperti mengkonsumsi obat-obatan melalui jarum suntik, wanita hamil atau menyusui, bayi yang dilahirkan oleh pengidap virus HIV, penerima transfusi darah, penyuka sesama jenis, tidak menggunakan alat pengaman pada saat berhubungan seksual, hingga penderita penyakit menular seksual seperti hepatitis B  atau C, limfoma dan tuberculosis.

Test ini sangat penting untuk dilakukan, tetapi masih banyak juga masyarakat yang ragu atau takut untuk menjalankan tes HIV/AIDS. Padahal, program test HIV/AIDS sangat baik dilakukan agar tubuh selalu terlindungi dari virus-virus berbahaya seperti HIV/AIDS. Dalam melakukan test HIV/AIDS, kita juga akan mendapatkan beberapa manfaat seperti kita akan teredukasi mengenai virus ini serta menambah kesadaran untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.

Selain itu, manfaat test HIV/AIDS bagi para pasien adalah untuk menghilangkan rasa kegelisahan dan kecemasan. Pasien yang memiliki hasil negatif akan mendapatkan edukasi mengenai bagaimana cara menjaga diri agar terhindar dari virus HIV/AIDS, namun bukan berarti tidak akan tertular virus HIV/AIDS. Bisa saja hasil test tersebut menandakan tubuh sedang terifeksi namun antigen dan antibodi belum terbentuk. Maka dari itu, jika hasil test HIV/AIDS negatif tetap disarankan untuk melakukan test kembali selang tiga bulan setelah test pertama. Kemudian untuk hasil test pasien yang positif terpapar virus HIV/AIDS akan ditindak lanjuti dengan diagnosis karena adanya antibodi HIV pada tubuh pasien. Jika hasil diagnosis tersebut positif juga maka baru bisa disebut positif HIV/AIDS.

Prosedur test HIV/AIDS biasanya dilakukan di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan lainnya. Umumnya test HIV/AIDS berlangsung dalam waktu yang cukup singkat, yaitu sekitar 5 menit. Prosedur yang dilakukan yaitu sebagai berikut.

  1. Tenaga medis akan melakukan pengambilan darah di lengan pasien dengan jarum suntik.
  2. Setelah jarum disuntikkan pada lengan, darah yang sudah diambil akan dimasukan kedalam tabung.
  3. Rasa nyeri akan dirasakan oleh pasien ketika jarum suntik dimasukkan dan dikeluarkan dari lengan.

Jika melakukan test oral sebaiknya tidak kumur-kumur menggunakan pencuci mulut 30 menit sebelum test tersebut dimulai, sedangkan untuk makanan atau minuman tidak perlu ada yang dihindari. Perlu diketahui, test HIV/AIDS tidak akan menimbulkan kontraindikasi, namun ada beberapa resiko ketika melakukan tes menggunakan sample darah, yaitu kemungkinan akan timbul bengkak, rasa nyeri, hingga memar di sekitar suntikan, tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena resiko yang muncul akan memudar seiring berjalannya waktu.

Semoga apa yang kita bahas dan ulas dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang disekitar kita. Jadi, jangan takut dan ragu untuk melakukan test HIV/AIDS demi kebaikan diri kita dan juga orang-orang yang kita sayangi. Terlebih dimasa pandemi ini,  mari saling jaga kesehatan dengan mengikuti protokol kesehatan. Terima kasih dan saatnya #KetahuiStatusmu sekarang!

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :

Instagram

Facebook

Twitter

E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp

+62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

+62 813-1775-9645 (Kerjasama dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here