Beranda All News & Media Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda

22
0
Advertisement

Yoo, Sahabat YAIDS

Pemuda adalah harapan bangsa, pemuda adalah masa depan bangsa, pemuda adalah seorang agen perubahan. Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumberdaya manusia pembangunan baik untuk saat ini maupun masa datang.

Undang-undang baru tentang kepemudaan mendefinisikan pemuda sebagai warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16-30 tahun. Dalam bukunya A. Mappiere menjelaskan bahwa mentalitas pemuda, terutama dalam umur 18-22 tahun, terbagi dalam empat kategori, yaitu:

Advertisement
  • Pola sikap
  • Pola perasaan
  • Pola pikir
  • Pola perilaku yang nampak

Pandangan seorang pemuda cenderung lebih stabil karena mereka idealis atau tidak mudah berubah pendirian karena propaganda. Hal ini yang membuat pemuda dapat menyesuaikan diri dalam banyak aspek kehidupan.

Pemuda juga memiliki mentalitas yang lebih realistik, yakni mulai menilai diri sebagaimana adanya, menghargai miliknya, keluarganya, orang-orang lain seperti keadaan sesungguhnya sehingga membuat timbulnya rasa puas, menjauhkan mereka dari rasa kecewa. Ada beberapa alasan mengapa pemuda memiliki tanggung jawab besar dalam tatanan masyarakat, antara lain:

  1. Kemurnian idealismenya
  2. Keberanian dan keterbukaannya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasangagasan baru.
  3. Semangat dan sponataitas pengabdiannya.
  4. Inovasi dan kreativitasnya.
  5. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru.
  6. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan kepribadiannya yang mandiri.
  7. Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2019 menyebutkan perkiraan jumlah pemuda sebanyak 64,19 juta jiwa atau setara dengan seperempat dari total penduduk di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah pemuda di Indonesia cenderung menurun, sepanjang tahun 2010 sampai 2019, jumlah pemuda berkisar 24% hingga 26%.

Pemuda Sebagai Agen Perubahan

Pemuda sebagai agen perubahan dan mempunyai tanggung jawab besar di masyarakat, dalam bidang HIV dan AIDS pemuda mempunyai peran strategis dalam membantu pencegahannya. Dikarenakan pemuda bisa sebagai agen perubahan dalam peranan mencegah penyebaran HIV, tapi juga bisa sebagai target penularan HIV. Jika sudah diberi pengetahuan mendasar terkait HIV dan AIDS, diharapkan pemuda bisa menjadi agen perubahan dan membantu semua pihak untuk mencegah dan menanggulangi HIV dan AIDS.

Diharapkan pemuda bisa menjadi kepanjangan dari segala pihak dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, seperti melakukan aksi-aksi nyata untuk membantu ODHA dan masyarakat sekitar. Menjadi pelopor dan penggerak terdepan untuk menyebarkan informasi yang benar terkait HIV dan AIDS.

Sebagai pemuda Indonesia, diharapkan para pemuda bisa menjauhi perilaku-perilaku beresiko yang bisa membuat mereka terinfeksi oleh HIV, secara gencar melakukan kampanye dan sosialisasi terkait HIV dan AIDS kepada seluruh lapisan masyarakat. Kedepannya, diharapkan masyarakat mampu terinspirasi oleh pemuda dan meneruskan informasi yang benar terkait HIV dan AIDS kepada orang-orang yang belum terpapar oleh informasi tersebut.

Upaya penanggulangan yang komprehensif perlu dilakukan dengan melibatkan semua sektor yang terkait. Termasuk di dalamnya pemuda-pemuda yang diwakili oleh kelompok-kelompok peduli HIV dan AIDS. Hal ini perlu dilakukan dari tingkat yang terbawah seperti dimulai dari keluarga sendiri, saudara, tetangga, hingg sampai tingkatan pembuat kebijakan.

Organisasi-organisasi kepemudaan juga mempunyai peranan penting untuk menyalurkan energi yang dimiliki oleh para remaja. Karang Taruna ataupun organisasi kepemudaan lainnya bisa menjadi kendaraan bagi pemuda untuk mengubah paradigma ataupun pandangan masyarakat yang selama ini kurang tepat.

Stigma dan Diskriminasi

Stigma dan diskriminasi masih banyak terjadi di masyarakat baik itu dalam konteks HIV dan AIDS, COVID-19, ataupun konteks lainnya. Pemuda yang sudah terpapar oleh informasi yang benar bisa membantu mengurangi stigma dan diskriminasi yang ada di masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat sehingga jika masyarakat sudah mengetahui informasi yang benar maka diharapkan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi yang terjadi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa stigma dan diskriminasi yang terjadi di masyarakat menjadi salah satu penyebab kesehatan jiwa seorang ODHA menjadi terganggu. Pandangan masyarakat yang masih belum begitu paham isu HIV & AIDS memperparah kondisi, apalagi jika tenaga medis ikut menstigma atau mendiskriminasi seorang pasien jika mengetahui pasien tersebut adalah ODHA.

Stigma dan diskriminasi HIV mempengaruhi kesejahteraan emosional dan kesehatan mental orang yang hidup dengan HIV. Orang yang hidup dengan HIV sering menginternalisasi stigma yang mereka alami dan mulai mengembangkan citra diri yang negatif.

Mereka mungkin takut akan didiskriminasi atau dihakimi secara negatif jika status HIV mereka terungkap. dan secara tidak langsung ini mempengaruhi kesehatan jiwa mereka kedepannya.

Ada beberapa bentuk stigma internal atau stigma diri sendiri yang dialami ODHA, seperti banyak ODHA yang menganggap AIDS itu sendiri adalah akibat dari perilaku tidak baik, sehingga mereka takut untuk berbicara jujur kepada siapapun karena takut akan konsekuensinya.

Konsekuensinya bisa berupa seperti menjatuhkan harga dirinya sendiri, merasa rendah diri karena status positifnya, dan juga menutup diri dari lingkungan sekitar.

Semua itu bisa disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang HIV & AIDS, stigma dan diskriminasi yang masih luas di masyarakat, dan juga ODHA yang merasa tidak ada yang bisa membantu dia melewati problematika yang sedang dihadapi.

Selamat Hari Sumpah Pemuda bagi seluruh pemuda di Indonesia

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp

+62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

+62 813-1775-9645 (Kerjasama dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here