Beranda All News & Media Periode Jendela

Periode Jendela

466
0
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.bhaktirahayu.com%2Fartikel-kesehatan%2Fwaspada-hiv-aids-pengenalan-dan-pencegahan&psig=AOvVaw3IBl6SsoBUMvQtStM5xyPv&ust=1591928990876000&source=images&cd=vfe&ved=2ahUKEwjfyavh2_jpAhVK7DgGHUnLCzAQr4kDegQIARB9
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.bhaktirahayu.com%2Fartikel-kesehatan%2Fwaspada-hiv-aids-pengenalan-dan-pencegahan&psig=AOvVaw3IBl6SsoBUMvQtStM5xyPv&ust=1591928990876000&source=images&cd=vfe&ved=2ahUKEwjfyavh2_jpAhVK7DgGHUnLCzAQr4kDegQIARB9
Advertisement

Yoo sahabat YAIDS

Ketika seorang individu melakukan perilaku yang beresiko terinfeksi HIV & AIDS disarankan segera melakukan VCT (Voluntary, Counseling, and Testing).

Untuk mengetahui apakah orang tersebut terinfeksi HIV atau tidaknya. setelah melakukan tes dan hasilnya negatif tidak serta-merta bisa dipastikan individu terbebas dari infeksi HIV.

Advertisement

Biasanya tenaga medis yang membantu melaksanakan VCT akan menyarankan individu tersebut untuk kembali melakukan tes dalam jangka waktu berkisar antara 3 – 6 bulan kemudian.

Hal ini dikarenakan ada kemungkinan sistem imun tubuh belum membentuk antibodi untuk melawan infeksi dari HIV tersebut. Masa inilah yang disebut dengan Window Period (Periode Jendela/Jeda Waktu).

Masa Periode Jendela

Pada masa ini, meski seseorang dinyatakan non-reaktif dari HIV setelah melakukan VCT namun individu tersebut bisa menginfeksi orang lain dengan HIV jika nantinya setelah melakukan VCT lebih lanjut, dinyatakan positif.

Karena itu diusahakan untuk tidak melakukan perilaku yang beresiko kembali selama periode jendela, dan juga diharapkan bisa menjaga kondisi tubuh dalam keadaan baik agar tetap terhindar dari infeksi HIV serta tetap menjaga diri untuk tidak tergoda melakukan perilaku yang berisiko.

Masa Periode HIV

Apa yang terjadi setelah seorang individu dinyatakan positif atau reaktif adalah tahapan HIV, di tahapan ini sudah jelas individu tersebut dapat menginfeksi orang lain dengan HIV.

Mayoritas individu yang mengetahui mereka sudah berada di tahapan HIV merasa bahwa hidup mereka akan berakhir dalam waktu dekat, sudah tidak ada satupun seseorang di dunia ini yang bisa membantu mereka untuk berjuang tetap hidup.

Kejiwaan dan mental mereka hancur ditambah hantaman stigma yang kemungkinan besar mereka terima dari masyarakat sekitar atau bahkan dari sahabat, kerabat, dan keluarga mereka sendiri.

Banyak yang merasa bahwa meninggalkan dunia ini terlihat lebih baik ketimbang tetap hidup di dalamnya, sebenarnya disinilah tugas kita untuk tetap memberi segala macam bentuk dukungan dan semangat untuk individu tersebut.

Namun ada juga individu yang berpikiran lebih optimis dan positif bahwa terinfeksi oleh HIV bukanlah akhir dari segala hal, bukan akhir dari kehidupan dia di dunia ini.

Ada yang memulai untuk menjalankan pola hidup yang lebih sehat dari sebelum mereka terinfeksi HIV, terinspirasi untuk membantu sesama ODHA yang tidak seberuntung mereka untuk tetap optimis dan semangat dalam menjalani hidup.

Pada tahap ini juga biasanya seorang individu diminta untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan mereka, karena di tahap ini kadar CD4 bisa menurun secara drastis yang juga bisa disebabkan oleh kondisi psikis dan kejiwaan mereka.

Karena pada tahapan ini mikroorganisme asing yang masuk ke dalam tubuh tidak bisa ditahan oleh sistem imun tubuh yang sedang bertarung melawan serangan HIV.

Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol).

Maka dari itu petugas medis yang menangani akan segera menyarankan untuk mengakses ARV dan menjalankan terapi ART sesegera mungkin agar kondisi kesehatan dan imun tubuh bisa normal kembali. diharapkan individu tersebut dapat menjalani aktivitasnya sehari-hari dengan normal meski sedang melawan serangan dari HIV.

Masa Periode AIDS

Tahapan selanjutnya ketika seorang individu yang sudah terinfeksi HIV adalah tahap AIDS, di mana pada tahap ini penyakit opurtunistik (penyakit yang masuk ke dalam tubuh ODHA dengan memanfaatkan celah dan situasi yang diakibatkan oleh HIV).

Kondisi ini dapat menjadi lebih mematikan jika individu tersebut tidak disiplin dalam mengkonsumsi ARV dan rutin menjalani terapi ART, yang mengakibatkan seorang individu tidak mempunyai lagi pertahanan untuk melindungi tubuh dari serangan-serangan mikroorganisme asing yang masuk kedalam tubuh.

Tahap AIDS tidak serta-merta langsung terjadi setelah seorang individu berada dalam tahap HIV, biasanya transisi ini terjadi 5 sampai 8 tahun setelah individu tersebut terinfeksi HIV, namun waktu transisi ini tidak bisa dijadikan acuan umum bagi setiap orang yang sudah terinfeksi HIV.

Ada juga ODHA yang masih dalam tahap HIV meski sudah terinfeksi HIV sejak 10 sampai 15 tahun yang lalu. Ada juga yang masih dalam tahap HIV meski sudah terinfeksi HIV dari lebih 20 tahun yang lalu.

Jika ada seorang individu yang sudah lebih dari 15 tahun masih dalam tahap HIV, namun ada juga individu yang sudah masuk ke dalam tahap AIDS, hal ini banyak hal penyebabnya, antara lain individu tersebut tidak merubah pola hidupnya menjadi lebih sehat dari sebelumnya, tidak disiplin dalam mengkonsumsi ARV.

tidak rutin dalam menjalankan tetapi ARV, dan juga bersikap tidak acuh dengan kondisi dia sendiri, dan bisa dipastikan penyakit oportunistik yang diderita bisa menjadi tambah parah.

Jika ditambah dengan komplikasi-komplikasi yang ada, jika sudah terjadi seperti ini, kecil kemungkinan individu tersebut bisa bertahan lama dengan kemajuan teknologi medis saat ini.

Konklusi

Ketika seseorang melakukan perilaku beresiko dan ingin mengetahui status HIV-nya maka individu tersebut harus menjalani VCT, jika setelah melakukan tes VCT dan hasilnya negatif maka individu tersebut akan masuk ke dalam tahap sesudahnya yaitu masa periode jendela.

Di mana jika individu tersebut kembali melakukan perilaku yang beresiko bisa menginfeksi orang lain dengan HIV jika pada VCT kedua dinyatakan reaktif terhadap HIV.

Jika hasilnya positif, maka individu tersebut akan segara disarankan untuk memulai mengakses ARV dan melakukan terapi ARV untuk mencegah penurunan CD4 secara signifikan.

Dan juga mulai dinformasikan segala hal yang mendasar apa yang perlu dilakukan dan diketahui oleh seorang ODHA. Tidak sedikit yang langsung berkecil hati dan menutup diri tanpa memberi tahu orang-orang di sekitarnya terkait status HIV-nya.

Dan kemungkinan terburuknya adalah individu tersebut tidak mempunyai keinginan yang kuat lagi untuk bisa bertahan hidup, karena tekanan kuat yang dia terima dari segala arah.

Maka dari itu menurut Yayasan AIDS Indonesia, pengetahuan masyarakat luas terkait isu HIV & AIDS secara umum sangatlah penting, selain untuk bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan stigma dari masyarakat yang ditujukan kepada individu yang HIV positif.

Pengetahuan ini juga penting untuk mencegah individu-individu yang berada di lingkaran luar HIV dan beresiko masuk ke dalam lingkaran HIV. agar bisa melindungi diri mereka sebelum terlanjur masuk ke dalam lingkaran dalam HIV.

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp

+62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

+62 813-1775-9645 (Kerjasama dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here