Beranda Artikel Pemuda Sebagai Agen Perubahan

Pemuda Sebagai Agen Perubahan

19
0
Advertisement

Yoo, Sahabat YAIDS

Pemuda adalah masa depan sebuah bangsa dan juga dunia. Pemuda adalah sosok penerus generasi berikutnya, pemuda lah yang akan menentukan arah dunia selanjutnya, pemuda bisa dikatakan sebagai agen perubahan. Banyak revolusi-revolusi di dunia yang terjadi karena gerakan, semangat dan gairah dari pemuda.

Revolusi Prancis tahun 1968 dimotori oleh kaum pemuda dan buruh. Meski bukan revolusi politik yang mereka lakukan seperti revolusi sebelumnya, tapi lebih kepada secara budaya dan kehidupan sosial. Selama kurun waktu tahun 1955-1968 juga terjadi perjuangan untuk menghapus diskriminasi rasial di Amerika yang dilakukan oleh tokoh pemuda saat itu seperti Malcolm X dan Martin Luther King, Jr.

Advertisement

Pemuda di Indonesia

Di Indonesia sendiri perjuangan pemuda Indonesia sudah ada sejak jaman penjajahan. Tahun 1908, semangat kebangkitan nasional ditandai dengan berdirinya sekolah Boedi Oetomo, yang dijadikan simbol awal pergerakan pemuda di Indonesia. Sampai pada puncaknya yaitu peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Pergerakan pemuda juga menjadi gerakan yang penting dalam persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia, seperti menculik dan juga mendesak bapak proklamator di malam sebelum proklamasi dikumandangan. Bisa dibilang tanpa peran pemuda, kemungkinan Indonesia belum merdeka tanggal 17 Agustus 2020.

Mei 1998 juga terjadi gerakan pemuda untuk mengakhiri pemerintahan Orde Baru yang sudah berlangsung selama 32 tahun. KKN dan krisis moneter menjadi penanda gagalnya pemerintahan Soeharto, tirani Orde Baru dilengserkan oleh gerakan pemuda saat itu, meski banyak memakan korban jiwa.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan, pemuda adalah warga negara Indonesia yang berusia 16 sampai dengan 30 tahun yang merupakan periode penting usia pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik maupun psikis. Maka dari itu, tidak salah jika mengatakan pemuda adalah seorang agen dari perubahan. Jumlah pemuda di Indonesia sendiri mencapai 64,19 juta jiwa atau seperempat dari total penduduk Indonesia

Data Kasus HIV dan AIDS

Menelisik data kasus HIV & AIDS di kalangan pemuda, secara global UNICEF mencatat ada 1,7 juta jiwa remaha berusia antara 10 sampai 19 tahun yang hidup dengan HIV di seluruh dunia. Jumlah data ini merupakan jumlah 5 persen dari semua orang yang hidup dengan HIV & AIDS di seluruh dunia.

Sedangkan di tahun 2019 ada sekitar 460.000 [260.000-680.000] remaja berusia 10 sampai 24 tahun yang terinfeksi HIV, diantaranya sekitar 170.000 [53.000-340.000] adalah remaja berusia 10 samapi 19 tahun. Data terbaru menunjukan di bagian timur dan selatan Afrika, daerah yang paling terdampak dengan HIV, 27 persen remaja putri dan 16 persen remaja putra sudah terinfeksi oleh HIV dalam 12 bulan terakhir.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan hasil tes yang dilakukan di Afrika bagian barat dan tengah dan juga Asia bagian selatan. Jika tren seperti ini berlajut, maka akan ada 183.000 kasus tahunan HIV baru di remaja tahun 2030.

Data statistik seputar infeksi pada anak dan remaja tahun 2019 menurut UNICEF:

  • 2,8 juta anak dan remaja di seluruh dunia hidup dengan HIV.
  • Hanya 53 persen anak dan remaja yang terinfeksi HIV menggunakan atau dapat mengakses ARV, hal ini jauh dibanding dengan jumlah wanita hamil yang dapat menggunakan atau mengakses ARV sebesar 85 persen.
  • 320.000 infeksi baru diperkirakan terjadi pada anak-anak dan remaja di seluruh dunia
  • 113.000 anak dan remaja meninggal karena penyakit oportunitis yang disebabkan oleh AIDS

Situasi di Indonesia

Jumlah HIV di Indonesia yang dilaporkan dari tahun 2005 sampai dengan Maret 2020 mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jumlah kumulatif yang dilaporkan mencapai 388.724 kasus. Kelompok umur 25-49 tahun berada di urutan tertinggi untuk infeksi HIV, angka ini mencapai 70,8% atau berarti sekitar 275.217. diikuti kelompok umur 20-24 tahun sebesar 15,7% atau sekitar 61.030 orang.

Untuk kasus kumulatif AIDS sendiri dilaporkan sejak pertama kali dipercaya masuk ke Indonesia tahun 1987 sampai Maret 2020 ada 123.321 orang. Presentase AIDS di kelompok umur 15-19 tahun mencapai 3.943 orang (3,2%), 20-29 tahun mencapai 39.310 orang (31,9%), dan kelompok umur 30-39 tahun mencapai 38.324 orang (31,1%).

Peran Pemuda

Yayasan AIDS Indonesia mengharapkan banyak peran serta pemuda dalam membantu pemerintah untuk mengurangi angka infeksi HIV di Indonesia, dan juga untuk membantu menghilangkan stigma yang masih sangat tajam di masyarakat. banyak hal sederhana yang dapat dilakukan oleh pemuda untuk terciptanya kedaan tersebut. Diantara lain:

1.Memahami informasi dasar terkait HIV & AIDS dengan tepat

Kurangnya informasi terkait HIV & AIDS di masyarakat menjadi penyebab dasar masih tingginya stigma dan diskriminasi, jika masyarakat mengetahui apa penyebab terinfeksinya HIV maka masyarakat bisa mencegah penularan dan penyebaran virusnya lebih jauh lagi. Maka dari itu sangat penting untuk mengetahui infomasi-informasi dasar seputar HIV & AIDS.

2. Turut serta dalam seminar, webinar, ataupun sosialisasi terkait HIV & AIDS

Banyak cara untuk mendapatkan informasi seputar HIV & AIDS, salah satunya adalah mengikuti seminar, webinar ataupun penyuluhan terkait HIV & AIDS, Yayasan AIDS Indonesia sering mengadakan penyuluhan baik secara online ataupun offline kepada masyarakat, Yayasan AIDS Indonesia juga memanfaatkan teknologi yang ada untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

3. Membagi informasi terkait HIV & AIDS yang benar kepada orang-orang di sekitarnya

Jika sudah mengetahui informasi-informasi seputar HIV & AIDS jangan sungkan untuk memberikan informasi yang diketahui kepada orang-orang di sekitar kita yang belum mengetahui. Semakin banyak orang yang mengetahui informasi dasar terkait HIV & AIDS maka semakin berkurang juga stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

4. Mengetahui hak-hak ODHA dan tidak menjauhinya

ODHA juga punya hak-hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat pada umumnya, tidak ada hal-hal yang dibedakan antara seorang ODHA maupun orang yang negatif HIV.

5. Ikut serta dalam kegiatan dalam rangka pencegahan penularan HIV

dan kegiatan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, banyak kegiatan yang bisa kita lakukan untuk membantu mengurangi pencegahan infeksi HIV lebih jauh dan juga membantu mengurangi stigma dan diskriminasi di masyarakat, seperti:

    • Memanfaatkan media sosial sebagai wadah berbagi informasi.
    • Mengikuti kegiatan yang diadakan oleh lembaga-lembaga peduli HIV & AIDS.
    • Melakukan sosialisasi dengan melibatkan lembaga terkait.

Yayasan AIDS Indonesia juga membuka segala kesempatan untuk ikut terlibat di masyarakat untuk memberikan penyuluhan dan juga sosialisasi terkait HIV & AIDS. Masyarakat bisa langsung menghubungi Yayasan AIDS Indonesia di beberapa layanan berikut:

Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp

+62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

+62 813-1775-9645 (Kerjasama dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here