Beranda All News & Media Narkoba dan HIV

Narkoba dan HIV

129
0
Advertisement

Yoo, sahabat YAIDS

Ketika Yayasan AIDS Indonesia memberikan penyuluhan terkait HIV & AIDS dan narkoba kepada masyarakat, Yayasan AIDS Indonesia selalu memberikan lima tips agar terhindar dari HIV. Yaitu:

  1. Abstinance, atau keabsenan untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah.
  2. Be faithfull, jika sudah mempunyai pasangan, maka setialah kepada pasangan masing-masing.
  3. Condom, jika pasangannya sudah terpapar oleh HIV & AIDS, dan ingin melakukan hubungan seksual maka disarankan untuk menggunakan kondom. Perlu ditekankan disini kondom hanya boleh digunakan oleh pasangan yang sudah menikah.
  4. Don’t use drugs, tidak menggunakan narkoba jenis apapun, baik yang dihisap, ditelan, ataupun yang diinjeksi langsung ke dalam sistem tubuh.
  5. Equipment, gunakan peralatan pribadi secara steril dan tidak digunakan bergantian atau dipinjamkan ke orang lain.

HIV dan Narkoba

Pada kali ini kita coba bahas lebih lanjut untuk poin nomer 4, yaitu tidak menggunakan narkoba jenis apapun tanpa terkecuali. Menggunakan narkoba memengaruhi kinerja otak, mengubah cara penilaian, dan menurunkan cara berpikir dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Advertisement

Saat tubuh dan pikiran dalam kondisi pengaruh narkoba, sangat besar kemungkinan membuat keputusan buruk yang membuat berisiko terinfeksi atau menginfeksi HIV, seperti berhubungan seksual tanpa kondom dengan seseorang yang baru saja dikenal di tempat yang baru dan asing.

Ketika melakukan hubungan seks dalam pengaruh narkoba, besar kemungkinan seseorang akan lupa menggunakan kondom apalagi menggunakannya dengan cara yang benar, ditambah jika memiliki lebih banyak pasangan seksual, atau menggunakan obat lain.

Perilaku ini dapat meningkatkan risiko seseorang terpapar HIV dan juga penyakit menular seksual (IMS) lainnya. Jika seseorang mengidap HIV, mereka dapat meningkatkan risiko menyebarkan HIV kepada orang lain. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari penggunaan narkoba dengan jenis apapun.

Resiko penyakit lain yang mungkin ditularkan dari pengguna narkoba suntik selain HIV adalah Hepatitis B dan C jika seorang pengguna narkoba suntuk berbagi jarum atau peralatan yang digunakan. Jarum ataupun alatnya ada kemungkinan masih ada darah tersisa di dalamnya, dan seperti yang kita ketahui, darah merupakan salah satu media yang membawa HIV jika darah tersebut masih dalam kondisi basah.

Beberapa zat yang umum digunakan dan kaitannya dengan risiko HIV

  • Alkohol, meski bukan salah satu zat yang dilarang di sebagian besar negara, konsumsi alkohol yang berlebihan, seperti dalam pesta minuman keras, dapat menjadi faktor risiko penting untuk HIV karena terkait dengan perilaku seksual berisiko. Di antara orang yang hidup dengan HIV, dapat mengganggu hasil pengobatan.
  • Opioid, dalam dunia medis opioid merupakan obat yang mampu mengurangi rasa sakit seperti morfin. Dalam cakupan penyalahgunaan, opioid merupakan bahan utama dari narkoba jenis heroin.
  • Methamfetamin, adalah jenis narkoba yang dikonsumsi dengan cara injeksi langsung ke dalam tubuh. Karena caranya yang memasukan jarum suntik ke dalam tubuh, maka tingkat risiko penularannya pun tinggi jika dilakukan dengan cara memakai jarum secara bergantian.
  • Kokain, adalah jenis narkoba stimulan (membuat tubuh seseorang menjadi sangat aktif untuk bergerak). Kokain juga cenderung mengakibatkan seseorang melakukan perilaku berisiko sepertsi seks bebas tanpa pengaman tanpa sadar.
  • Inhalansia, Adalah jenis narkoba yang digunakan dengan cara dihisap langsung. Penggunaan amyl nitrite (“popper”) telah lama dikaitkan dengan perilaku seksual berisiko, penggunaan obat-obatan terlarang, dan penyakit menular seksual di antara pria homoseksual maupun biseksual.

Tidak tertular Narkoba Suntik?

Langkah yang terbaik untuk tidak terpapar HIV dari narkoba suntik adalah dengan tidak menggunakan narkoba sama sekali. Selain HIV, ada kemungkinan lain seseorang akan terpapar oleh Hepatitis B atau C. Namun jika seorang pengguna narkoba suntik tidak ingin terpapar oleh HIV ataupun virus lainnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Jangan pernah berbagi jarum yang digunakan dengan siapapun.
  • Gunakan hanya jarum suntik baru, steril dan juga berfungsi setiap kali menyuntikkan. Banyak komunitas sosial/populasi kunci memiliki program pertukaran jarum di mana bisa mendapatkan jarum dan beberapa apotek mungkin menjual jarum tanpa resep.
  • Bersihkan jarum bekas dengan cairan klorin (pemutih pakaian) hanya jika tidak bisa mendapatkan yang baru. Menggunakan cairan klorin untuk jarum dapat mengurangi risiko HIV tetapi tidak menghilangkannya.
  • Gunakan air steril untuk memperbaiki alat suntik.
  • Bersihkan kulit dengan kapas alkohol baru sebelum menyuntikkan.
  • Berhati-hati untuk tidak menumpahkan darah orang lain di tangan atau jarum yang digunakan.
  • Buang jarum dengan aman setelah digunakan. Gunakan wadah benda tajam, dan sebisa mungkin jauhkan jarum bekas dari orang lain.
  • Jalani tes HIV setidaknya sekali setahun
  • Tanyakan kepada dokter tentang minum obat sehari-hari untuk mencegah HIV yang disebut profilaksis pre-exposure (PrEP).
  • Jika merasa terinveksi HIV dalam 3 hari terakhir, ada baiknya konsultasikan segera kepada penyedia layanan kesehatan tentang profilaksis pasca eksposur (PEP). PEP dapat mencegah HIV, tetapi harus dimulai dalam 72 jam.
  • Jangan berhubungan seks jika dalam kondisi dibawah minuman keras. Jika ada kemungkinan untuk berhubungan seks, harap selalu pastikan untuk melindungi diri sendiri dan pasangan dengan menggunakan kondom dengan cara yang benar

Perlu ditekankan sekali lagi disini bahwa Yayasan AIDS Indonesia tidak menyarankan untuk menggunakan jarum suntik narkoba secara berulang-ulang meski selalu dibersihkan dengan cairan pemutih.

Yayasan AIDS Indonesia tidak pernah menyetujui dan selalu berpesan untuk tidak menggunakan narkoba jenis apapun, karena narkoba akan membunuh masa depanmu dan HIV akan membayangi tubuhmu.

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp

+62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

+62 813-1775-9645 (Kerjasama dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here