Beranda All News & Media Komunikasikan Kebaikanmu, Baikan Komunikasimu

Komunikasikan Kebaikanmu, Baikan Komunikasimu

57
0
Advertisement

Komunikasikan kebaikanmu, Baikan komunikasimu

Bicara tentang dunia kesehatan tidak bisa terlepas dari yang namanya perkembangan dunia tekhnologi, Perkembangan dunia tekhnologi nampaknya menjadi lampu hijau untuk dunia kesehatan. Terbukti dengan ditemukanya alat deteksi dini dan juga alat yang bisa menyembuhkan beberapa penyakit yang tadinya tidak bisa disembuhkan. Contohnya saja kanker, kanker yang tadinya sulit untuk dideteksi dan disembuhkan. Beberapa jenis kanker saat ini sudah bisa dideteksi sejak dini dan bahkan bisa disembuhkan dengan kemajuan ilmu tekhnologi dan juga dengan bantuan kemoterapi.

Namun demikian tidak semua virus, penyakit ataupun bakteri yang bisa di tangani, sekalipun dunia tekhnologi sudah jauh berkembang pesat. Contohnya saja salah satunya yang sedang terjadi saat ini adalah pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh bangsa di dunia, pandemi Covid-19 nampaknya menjadi masalah global yang sampai saat ini belum ditemukan bagaimana cara penanganan terbaiknya selain dengan social distancing (jaga jarak sosial), physical distancing (jaga jarak fisik), dan juga WFH (Work From Home) untuk menekan laju pertumbuhan kurva pandemi Covid-19. Praktis hingga saat ini masih belum di temukan vaksin penawar untuk virus ini dan ilmuwan-ilmuwan di seluruh dunia dan juga negara berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama menemukan vaksin dari pandemi tersebut.

Advertisement

Selain Covid-19, Kita juga tidak bisa menutup diri ada beberapa virus yang tidak bisa disembuhkan dan ditemukan penawarnya hingga saat ini. HIV (Human Immunodeficiency Virus) menjadi salah satu virus yang hingga saat ini tidak bisa disembuhkan dan belum ditemukan vaksin penawarnya. Virus ini sudah ada di Indonesia sendiri sejak tahun 1987 dan jauh dari itu virus ini sudah ada di dunia dan sudah jutaan orang terinfeksi oleh virus ini.

Ironisnya adalah masyarakat dirasa agak sedikit acuh dan tidak ingin mengetahui bagaimana virus ini bekerja untuk menghancurkan sistem imun tubuh kita. Banyak masyarakat masih belum mengetahui bagaimana virus ini dapat merusak sistem imun tubuh dan bahkan lebih parahnya lagi banyak masayarakat yang belum mengetahui definisi sebenarnya dari HIV & AIDS itu apa. Kemajuan dan perkembangan tekhnologi di dunia medis pun nampaknya tidak bisa menjadi solusi untuk penekanan jumlah orang yang terinfeksi oleh virus ini. Pemberian informasi dan pemahaman lebih kepada masyarakat dirasa akan menjadi solusi untuk memecahkan masalah yang ada. Pencegahan penularan virus HIV & AIDS ini diharapkan bisa ditekan laju kembangnya dengan pemberian informasi kepada masayarakat agar tahu bagaimana cara untuk menanggulanginya dan bagaimana cara pencegahanya.

Di latarbelakangi dengan adanya masalah yang terjadi tersebut, Semakin banyak orang tampaknya sadar pencegahan adalah periode yang paling tepat dan menjadi salah satu cara untuk menyadarkan seseorang sebagai individu atau masyarakat sebagai komunitas akan bahayanya dampak yang dihasilkan dari HIV & AIDS itu sendiri. Sebagai generasi muda dan juga generasi berikutnya penerus bangsa ini, terpanggilnya hati untuk menjadi salah satu penggerak atau aktivis yang ikut serta mengambil bagian untuk memberikan pemahaman tentang HIV & AIDS kepada masyarakat.

Tahun 2015 saya tergabung dalam sebuah Lembaga HIV & AIDS di Jakarta, lembaga tersebut bernama Yayasan AIDS Indonesia. Bersama Lembaga ini harapan terbesarnya adalah ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan mewujudkan mimpi bersama yaitu terciptanya Getting to zero. Hal yang selama ini ada di dalam bayangan nampaknya benar tejadi di lapangan. Masih banyak informasi yang belum didapat oleh masyarakat luas, Masih banyak yang beranggapan bahwasanya HIV & AIDS ini bisa terpapar/terinfeksi melalui udara dan kegiatan sosial lainya. Padahal faktanya HIV & AIDS ini tidak akan menularkan melalui interaksi sosial yang kita lakukan baik dengan seorang ODHA (Orang Dengan HIV & AIDS) sekalipun dan juga tentunya dengan seseorang individu yang masih negatif HIV. Tidak sedikit juga masyarakat yang beranggapan dan mendiskriminasi seorang ODHA. Masih timbulnya stigma buruk dan diskriminasi di masyarakat nampaknya menjadi tantangan terbesar juga bagi saya dan tim Yayasan AIDS Indonesia. Merubah stigma masyarakat tentang ODHA tidak semudah membalikan telapak tangan, sulit dilakukan namun bukan berarti tidak bisa dilakukan sama sekali.

Harapan untuk diskriminasi terhadap seorang ODHA bisa ditekan dan dirubah nampaknya hanya perlu dilakukan dan diberikan pemahaman dan komunikasi secara perlahan dan baik kepada masyarakat tanpa memandang siapa dan dari mana mereka berasal. Salah satu contohnya seperti apa yang kami dapatkan saat melakukan penyuluhan dan sosialisasi HIV & AIDS di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Tangerang. Ada salah seorang peserta suluh pada saat kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) sedang berlangsung dengan lantangnya menyatakan “Berarti ODHA tidak harus didiskriminasi ya kak?” Kata-kata keluar yang simpel, sederhana, namun penuh dengan makna karena keluar dari seseorang yang masih belum bisa dibilang dewasa dalam cara berpikirnya ataupun secara fisik. Hal tersebut membuat saya semakin sadar dan semangat bahwasanya diskriminasi terhadap seorang ODHA bisa ditekan jumlahnya dan bisa diminimalisir keberadaanya.

Diskriminasi dan stigma masyarakat terhadap seorang ODHA bukanlah menjadi solusi untuk mencegah penularan virus HIV & AIDS ini. Malah dianggap akan menjadi masalah baru yang akan timbul terutama bagi seorang ODHA itu sendiri. ODHA akan merasa terasingkan dan merasa tidak diharapkan di lingkungan mereka, yang akan berdampak pada kejiwaanya. Faktannya ODHA tidak untuk didiskriminasi dan tidak untuk dijauhi, Mereka sama seperti kita dan mereka pun memiliki hak yang sama seperti kita.

Maka dari itu dengan semangat saling berbagi satu sama lainya, Saya ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk saling berbagi informasi tentang HIV & AIDS, bila kalian mengetahui informasinya jangan sampai berhenti di kalian. Sampaikan terus ke lingkungan terdekat. Komunikasikan kebaikanmu, Baikan komunikasimu.

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp: +62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

(Artikel ini ditulis oleh relawan Yayasan AIDS Indonesia bernama Verrel Yudistira Prayoga, angkatan 2015. Editor: Tim Komunikasi dan Kerjasama Yayasan AIDS Indonesia)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here