Beranda Artikel Kegiatan Yayasan AIDS Indonesia di Bulan April 2020

Kegiatan Yayasan AIDS Indonesia di Bulan April 2020

34
0
Advertisement

Informasi kegiatan Yayasan AIDS Indonesia di bulan April 2020

Yo, sahabat YAIDS
Di bulan Mei ini kegiatan Yayasan AIDS Indonesia masih berfokus sepenuhnya melalui format daring, banyak kegiatan yang dilakukan secara daring untuk mengganti kegiatan yang biasanya kami lakukan secara luring. Biasanya kegiatan luring yang kami lakukan adalah kegiatan kampanye penyebaran informasi seputar HIV & AIDS dengan cara memberikan penyuluhan berupa KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) dan kunjungan media. Namun di masa pandemi COVID-19 seperti ini Yayasan AIDS Indonesia harus mengikuti perkembangan keadaan untuk dapat tetap melaksanakan tugasnya untuk masyarakat luas, oleh karena itu Yayasan AIDS Indonesia berinovasi dan berimprovisasi mengganti semua kegiatan yang biasanya dilakukan secara luring menjadi format daring. Ada beberapa kegiatan yang dapat kami lakukan di masa pandemi COVID-19 saat ini, diantaranya:

Advertisement
  • WAGS (WhatsApp Grup Sahabat) merupakan program KIE secara daring yang dilakukan dengan platform chat WhatsApp yang memanfaatkan fungsi grup di platform tersebut, kegiatan ini bekerja sama dengan beberapa pihak dari berbagai instansi seperti pemerintahan, swasta, pendidikan dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) sampai tingkat Universitas, dan tak luput juga Yayasan AIDS Indonesia bekerja sama dengan beberapa media radio baik yang berupa komersil ataupun radio-radio kampus. Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan kumpulan dari instansi-instansi tersebut, para peserta diminta secara sukarela untuk bergabung dalam grup chat WhatsApp yang sudah disediakan oleh Koordinator Kampanye Yayasan AIDS Indonesia, nantinya para peserta akan diberikan informasi dasar terkait HIV & AIDS dari fasilitator-fasiltator handal yang sudah dibekali pengetahuan oleh Yayasan AIDS Indonesia. Bukan cuma memberikan pengetahuan seputar HIV & AIDS saja, fasilitator dari Yayasan AIDS Indonesia juga mempersilahkan para peserta untuk ikut berinteraksi dalam kegiatan tersebut dengan cara bertanya apapun seputar HIV & AIDS, tidak jarang juga peserta bertanya seputar topik yang sedang hangat-hangatnya saat ini, yaitu COVID-19. Dari pantauan beberapa kali kegiatan WAGS dilaksanakan banyak ditemukan beberapa pertanyaan serupa, yaitu “apakah ada hubungan antara HIV dan COVID-19?” dan juga pertanyaan “apakah seorang ODHA lebih mudah terinfeksi COVID-19 dibanding seorang yang negatif HIV?”, pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa diatasi oleh para fasilitator terlatih Yayasan AIDS Indonesia dengan sempurna dan memuaskan rasa keingintahuan para peserta. Sama seperti KIE yang dilakukan secara luring, WAGS juga memiliki batas waktu pelaksanaan, pada dasarnya setiap KIE yang dilakukan dapat berlangsung selama 90 menit sampai 120 menit, sedangkan untuk satu sesi WAGS berlangsung selama 120 menit bahkan bisa lebih jika banyak interaksi yang terjadi. Setelah kegiatan berakhir bukan berarti para peserta juga terputus hubungannya dengan Yayasan AIDS Indonesia, banyak dari peserta setelah kegiatan berakhir yang bertanya langsung secara pribadi dengan Yayasan AIDS Indonesia perihal hal-hal yang tidak bisa mereka tanyakan di dalam suatu forum terbuka. Fasilitator Yayasan AIDS Indonesia pun dengan senang hati dan secara terbuka menjawab semua pertanyaan yang diajukan dari para peserta yang mengikuti WAGS setelah kegiatan selesai. IPMI Jakarta, SMK Angkasa 1 Jakarta, SMP 223 Jakarta, SMK Budhi Warman, dan SMAN 42 Jakarta adalah pihak yang bekerja sama dengan Yayasan AIDS Indonesia dalam melaksanakan kegiatan WAGS di Bulan April 2020

 

  • LIVE IG merupakan variasi dan inovasi kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan AIDS Indonesia, bermula dari awal-awal pandemi COVID-19 dan pemerintah daerah DKI Jakarta memberlakukan “Social Distancing” dan juga himbauan untuk tidak berkerumun lebih dari 5 orang dalam jarak yang berdekatan, hal ini menyebabkan terhambatnya langkah Yayasan AIDS Indonesia untuk melakukan kegiatan KIE, maka dari itu Koordinator Kampanye Yayasan AIDS Indonesia berinisiasi untuk mengadakan KIE secara daring menggunakan platform Instagram yang memiliki fungsi untuk melakukan penyiaran secara langsung dari platform media sosial tersebut (Live IG) kepada seluruh pengikut setia akun resmi Instagram Yayasan AIDS Indonesia, jika diperhatikan memang ada kemiripan dengan kegiatan WAGS sebelumnya, yang membuat ini berbeda adalah program ini bisa dibilang merupakan tatap muka secara daring fasilitator Yayasan AIDS Indonesia dengan pengikut setianya. Banyak hal yang dibahas pada program ini, tidak cuma selalu hal-hal yang berkaitan langsung dengan HIV & AIDS saja, namun juga membahas hal-hal yang tidak langsung berhubungan dengan HIV & AIDS, seperti “Dampak yang diterima ODHA yang memerlukan obat ARV dimasa pandemi COVID-19”, “Dampak dari peraturan pemerintah provinsi DKI Jakarta terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bagi Yayasan AIDS Indonesia sendiri dan juga para sahabat YAIDS”, dalam kegiatan yang dikemas secara kasual dan santai ini juga melibatkan kerja sama antar berbagai pihak seperti yang dilakukan dalam kegiatan WAGS sebelumnya. Karena keterbatasan waktu yang dimiliki platform sosial media Instagram untuk melakukan live yaitu hanya 60 menit setiap sesinya, maka para fasilitator Yayasan AIDS Indonesia sekreatif mungkin untuk memanfaatkan waktu yang diberikan untuk menyampaikan informasi sebanyak-banyaknya dan bermanfaat untuk para sahabat YAIDS, banyak kesan positif yang diterima Yayasan AIDS Indonesia untuk program ini dilihat dari antusias penonton Live IG dan juga interaksi antara fasilitator Yayasan AIDS Indonesia dengan penonton. Moestopo Radio, RDK FM, FourThreeFive Radio, Mercubuana Radio, PB_HIMASI, dan Radio Mahasiswa Unpad adalah pihak yang bekerja sama dengan Yayasan AIDS Indonesia dalam melaksanakan kegiatan Live IG di Bulan April 2020

 

  • Media Visit yang sejatinya bisa berjalan dalam kondisi normal, harus terhadang oleh peraturan pemerintah saat ini, meskipun begitu bukan berarti ini menghentikan langkah Yayasan AIDS Indonesia untuk menyebarkan informasi terkait HIV & AIDS kepada masyarakat. POP FM adalah salah satu rekan kerja sama Yayasan AIDS Indonesia, kerja sama ini dilakukan tanpa harus melanggar kebijakan pemerintah daerah DKI Jakarta dalam PSBB, kegiatan program kunjungan media ini berbeda tujuan dengan program daring YAIDS seperti sebelumnya di mana yang biasanya suatu program bertujuan untuk menyebarluaskan informasi terkait HIV & AIDS kepada masyarakat, kegiatan kunjungan media ini bertujuan untuk lebih mengenalkan lembaga Yayasan AIDS Indonesia sendiri, seperti sejak kapan berdirinya, siapa saja pendiri Yayasan AIDS Indonesia program apa saja yang dijalankan oleh Yayasan AIDS Indonesia, dan tujuan,visi dan misi Yayasan AIDS Indonesia kepada masyarakat apa saja. Selain itu untuk lebih menjelaskan kepada masyarakat bahwa Yayasan AIDS Indonesia adalah salah satu lembaga kesehatan yang mengkhususkan diri dalam isu HIV & AIDS di Indonesia yang bergerak di bidang pencegahan HIV & AIDS di Indonesia, namun bukan berarti Yayasan AIDS Indonesia menutup diri jika ada masyarakat yang ingin melakukan konseling secara pribadi ataupun membantu sesorang yang belum tahu harus berbuat apa jika sudah terinfeksi virus HIV.

Ketiga kegiatan yang telah dijelaskan sebelumnya hanya beberapa dari banyak aktivitas yang dilakukan oleh Yayasan AIDS Indonesia, kedepannya akan lebih banyak inovasi dari program baru yang dimiliki oleh Yayasan AIDS Indonesia akan segera diluncurkan dalam masa depan. Semua ini dilakukan Yayasan AIDS Indonesia untuk tetap beraktivitas dan berguna bagi masyarakat luas, bukan berarti karena pandemi COVID-19 yang sedang melanda dunia dan Indonesia saat ini juga menghentikan langkah Yayasan AIDS Indonesia untuk tetap menyebarkan informasi, membantu pemerintah untuk penanganan HIV & AIDS dan juga mengurangi stigma terhadap ODHA di masyarakat.

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp: +62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here