Beranda All News & Media HUT RI Ke 75

HUT RI Ke 75

37
0
Advertisement

HUT RI KE-75: INDONESIA MAJU, MAJU TANPA STIGMA DAN DISKRIMINASI!

Sudah lebih dari setengah abad Indonesia merdeka dari penjajahan asing, tepatnya pada 17 Agustus tahun 1945 Bapak Proklamator Indonesia Soekarno didampingi oleh Moh. Hatta mewakili seluruh lapisan bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.

Peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya, di tahun-tahun sebelumnya selalu diperingati dengan antusias oleh seluruh rakyat Indonesia, namun di masa pandemi COVID-19 saat ini banyak protokol-protokol kesehatan yang harus dipatuhi sebelum melaksanakan kegiatan.

Advertisement

Di Istana Negara sendiri yang biasanya setiap tahun melaksanakan upacara dengan ramai dan khidmat, di tahun ini peringatan upacara bendara diadakan secara virtual. Tidak ada lagi tamu undangan kenegaraan yang terlihat menghadiri upacara, hanya beberapa pejabat penting seperti presiden dan wakil presiden untuk melaksanakan upacara bendera.

Namun bukan menjadi hambatan bagi warga negara Republik Indonesia untuk memperingati dan mewujudkan rasa kebanggaan terhadap tanah air.

Memaknai Logo HUT RI Ke 75

Pada peringatan 17 Agustus yang ke 75 ini, tema besar kemerdekaan Republik Indonesia adalah  yang merupakan representasi Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tema besar itu juga disempurnakan dengan penambahan logo Bangga Buatan Indonesia. Menurut Kementerian Sekretariat Negara, tema ini merupakan simbolisasi dari Indonesia yang mampu memperkokoh kedaulatan, persatuan, dan kesatuan Republik Indonesia.

Dari logo perisai di dalam lambang Garuda Pancasila yang berangka 75 melambangkan representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selama 75 tahun. Angka 75 dirancang berdasarkan supergraphic yang terdiri dari 10 elemen yang menggambarkan: Fokus, Kemajuan, Global, Merata, Kokoh, Progress, Efisien, Gotong Royong, Maritim, dan Berkembang.

Dalam memperingati Hari Kemerdekaan ke 75 ini, Kementerian Sekretariat Negara berpesan bahwa makna kemerdekaan saat ini bukan hanya sekedar kata-kata, tapi kemerdekaan adalah kesempatan. Kesempatan untuk bermimpi menjadi nyata dan kesempatan untuk berkarya tanpa batas.

HUT Yayasan AIDS Indonesia Ke 27

Di bulan Agustus Yayasan AIDS Indonesia juga memperingati 27 tahun berdirinya Yayasan AIDS Indonesia. Berdiri sejak 13 Agustus 1993, Yayasan AIDS Indonesia tidak pernah berhenti sekalipun untuk memberikan informasi terkait HIV & AIDS kepada masyarakat.

Meski disaat pandemi COVID-19 ini Yayasan AIDS Indonesia terus berinovasi yang biasanya memberikan penyuluhan (KIE) secara tatap muka langsung (luring) menjadi secara digital (daring). Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, Yayasan AIDS Indonesia tetap menjalankan fungsinya untuk memberikan informasi terkait HIV & AIDS kepada masyarakat secara luas.

Namun, di tengah memperingati  Kemerdekaan ini, berita duka terdengar dari Kalimantan Timur yang memberi kabar duka bahwa sebanyak 15 ODHA meninggal sepanjang 3 tahun terakhir, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara. “Daftar Orang dengan HIV & AIDS di Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini tercatat 103 orang, dan 15 ODHA diantaranya meninggal dunia”, ungkap Eka Wardhana – Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan setempat.

Dikutip dari Antara Kalteng, Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat 63 kasus HIV & AIDS pada 2018, 7 diantaranya meninggal dunia. Pada 2019 menemukan 30 kasus HIV & AIDS dan 6 diantaranya meninggal dunia.

Sedangkan itu, di 2020 terdapat 10 ODHA dan 2 diantaranya meninggal dunia. Rata-rata usia yang terinfeksi HIV & AIDS adalah usia produktif, sedangkan untuk profesinya rata-rata bekerja sebagai karyawan swasta dan dua orang tercatat sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara).

Lebih memprihatinkan lagi, bahwa kasus yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara adalah fenomena gunung es, di mana yang tercatat terinfeksi HIV & AIDS adalah sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya ada di lapangan. Tercatat bahwa kasus ini dari tahun ke tahun semakin bertambah. Dari berita tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa stigma terhadap ODHA dan HIV & AIDS itu sendiri masih tinggi di lingkungan masyarakat.

Di hari kemerdekaan RI ke-75 ini, Yayasan AIDS Indonesia mendukung tema besar pemerintah “Indonesia Maju” dan turut memperingati hari Kemerdekaan dengan mengajak warga negara Republik Indonesia untuk berperan aktif dalam menekan angka laju pertumbuhan infeksi HIV & AIDS dan juga berkesinambungan dengan #ZeroStigma di tahun 2020 ini.

Jika kita masih mempunyai stigma negatif terhadap ODHA, maka besar kemungkinan masyarakat lain pun akan minim pemahaman tentang penularan, pencegahan, dan penanganan kasus HIV & AIDS baik yang baru maupun yang sudah lama terinfeksi HIV. Tidak heran jika setiap tahunnya angka kematian ODHA di daerah cukup tinggi.

Mari wujudkan Indonesia Maju! Maju tanpa stigma, maju tanpa diskriminasi! Maju tanpa penularan HIV & AIDS dan tanpa angka kematian ODHA! Bersama kita cerminkan arti kesetaraan, kecintaan pada keberagaman, dan junjung tinggi Pancasila sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-75
#INDONESIAMAJU #HUTRIKE-75 #ZEROSTIGMA

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp

+62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

+62 813-1775-9645 (Kerjasama dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here