Beranda Artikel History of HIV

History of HIV

43
0
Sumber Gambar: Google
Advertisement

SEJARAH HIV DI DUNIA

Yo sahabat YAIDS
Banyak sekali kami jumpai pertanyaan “kapan pertama kali HIV muncul?”. Dan kami di Yayasan AIDS Indonesia merasa tetap perlu membagikan pengetahuan ini dan juga tidak pernah bosan untuk menyampaikan informasi terkait sejarah kemunculan HIV di dunia. Hingga saat ini, asal muasal Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi topik penelitian dan debat berkepanjangan secara ilmiah di kalangan para peneliti di dunia, sejak pertama kali teridentifikasi di tahun 1980an.

“At some point in the 1970s, unbeknownst to the world, the human immunodeficiency virus (HIV) gained a foothold and began its insidious spread, forever dividing the twentieth century into two eras – before and after AIDS” – World Health Organization

Advertisement

“Pada titik tertentu di tahun 1970an, tanpa diketahui oleh dunia, Human Immunodeficiency virus (HIV) sudah mengambil langkah dan memulai penyebaran secara diam-diam, selamanya membagi abad kedua puluh menjadi dua era – sebelum dan sesudah AIDS” – Organisasi Kesehatan Dunia

Sudah diterima oleh semua kalangan peneliti dan lembaga bahwa Human Immunodeficiency Virus berasal Simian Immunodeficiency Virus (SIV), SIV merupakan virus yang menyerupai HIV dan ditemukan di spesies kera dan simpanse. Teori penyebaran HIV yang paling banyak diterima adalah teori “pemburu”, dimana di dalam teori ini SIV menyebrang secara spesies dari kera ke manusia ketika ada kontak dengan darah yang mengandung SIV, entah ketika saat perburuan di mana darah kera atau simpanse yang diburu masuk kedalam tubuh pemburunya melalui luka yang terbuka atau saat proses penyembelihan dan mengkonsumsi daging buruan dengan praktek daging semak (bushmeat practice). Normalnya, sistem kekebalan tubuh para pemburu ini akan bekerja melawan SIV, tapi dalam beberapa kesempatan virus itu akhirnya berkembang dan beradaptasi agar bisa bertahan hidup di dalam tubuh manusia dan menajadikannya inang lalu akhirnya SIV bermutasi menjadi HIV. Penting juga untuk diketahui bahwa ada dua jenis tipe virus HIV, yaitu HIV-1 dan HIV-2. Dimana HIV-1 adalah varian virus yang sudah menyebar ke seluruh dunia sedangkan varian HIV-2 jauh lebih langka dari HIV-1 dan jauh lebih sedikit menginfeksi tubuh manusia, varian HIV-2 kebanyakan ditemukan di beberapa negara di pedalaman Afrika barat seperti Mali, Mauritania, Nigeria, dan Siera Leon.

Tidak ada yang bisa memperkirakan kapan pertama kali HIV itu ada dan menginfeksi manusia, namun data dari National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine menyebutkan bahwa ditemukan kemiripan antara HIV saat ini dengan sampel virus yang ditemukan di negara Republik Demokrasi Kongo tepatnya di ibukota negara tersebut yaitu Kinshasa yang terletak di benua Afrika pada tahun 1920an, para peneliti dari Universitas Oxford dan Leuven menyimpulkan bahwa kota tersebut menjadi kota asal virus HIV pada tahun 2014 berdasarkan metode komputerisasi dari analisis evolusi sampel kode genetik HIV yang sudah diarsipkan.

Tahun 1980 awal di Amerika Serikat muncul sebuah wabah penyakit Pneumocystis carinii pneumonia (PCP) dan juga Kaposi’s Sarcoma (KS) yang dialami oleh beberapa individu dalam jumlah yang cukup signifikan yang ditemukan dari komunitas gay di kota New York dan California Amerika Serikat, ini adalah awal pertama kali para peneliti sadar bahwa ada suatu virus atau bakteri yang menyebabkan infeksi tersebut namun belum bisa memastikan secara spesifik jenis mikro organisme apa yang menyebabkan infeksi tersebut. Sampai akhirnya banyak kasus serupa bermunculan sehingga membuat waspada Center for Control Disease and Prevention (Pusat penanganan Penyakit dan Pencegahan) Amerika Serikat, hingga muncul sebuah stigma dan diskriminasi yang ditujukan kepada komunitas gay di Amerika Serikat sampai muncul sebuah pernyataan PCP dan KS hanya menginfeksi gay saja, dan hetero seksual terbebas dari infeksi tersebut sampai-sampai ada istilah GRID (Gayrelated Immune Deficiency) untuk mengidentifikasi infeksi tersebut. Namun pada akhirnya istilah tersebut dipatahkan oleh para peneliti dan diganti dengan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom) seperti yang kita kenal sekarang. Alasannya adalah karena ternyata infeksi tersebut tidak hanya ditemukan dari komunitas gay saja tetapi juga dari beberapa komunitas di luarnya, Istilah AIDS pertama kali dikemukakan dari CDC dalam laporannya tahun 1981 (Morbidity and Mortality Weekly Report) dan sejak saat itu istilah AIDS digunakan mengganti GRID yang kurang relevan.

Tahun 1983 dua grup peneliti terpisah yang dipimpin oleh Robert Gallo dari Amerika Serikat dan Luc Montagnier dari Prancis menyatakan bahwa novel retrovirus kemungkinan bisa menginfeksi manusia dengan AIDS, Robert Gallo juga menyebutkan bahwa mikro organisme virus tersebut mempunyai kemiripan bentuk dengan Human T-lymphotropic Viruses (HTLVs), namun berkontradiksi dengan Robert Gallo, tim peneliti yang dipimpin oleh Luc Montagnier menyatakan bahwa inti protein mikro organisme virus tersebut secara imunologis berbeda dengan HTLVs dan menamakan mikro organisme virus tersebut dengan nama Lymphadenopathy-associated Virus (LAV) dan setelah diteliti lebih lanjut ternyata virus yang ditemukan oleh Robert Gallo dan Luc Montagnier adalah Simian Immunodeficiency Virus (SIV) yang telah meloncat dan bermutasi sehingga dapat beradaptasi di dalam tubuh manusia sehingga dinamakan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Tahun 1987 di Indonesia, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengkonfirmasi bahwa penyebaran epidemi HIV & AIDS sudah masuk ke Nusantara, Data resmi dari Kementrian Kesehatan menyebutkan bahwa ada seorang pasian yang sudah terinfeksi HIV di Rumah Sakit Sanglah, kota Denpasar, Bali. Hingga akhir triwulan kedua tahun 2019 sudah ada 349.882 jumlah kumulatif kasus HIV dari tahun 1987, dimana infeksi paling banyak ditemui di kelompok umur 25-40 tahun (71,1%), rasio HIV antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1, hubungan seks berisiko pada Lelaki Seks Lelaki (LSL) menjadi faktor tertinggi risiko penularan HIV (18%), serta Heteroseksual berada di posisi kedua (17%). ODHIV sudah ada di setiap provinsi di Indonesia, dan pemerintah butuh bantuan setiap lapisan masyarakat untuk mecegah penularan HIV baru dan juga menurunkan angka kematian akibat AIDS, dan juga untuk memenuhi target Getting Three zeros WHO dimana tidak ada lagi penginfeksian baru HIV, tidak ada lagi stigma terhadap ODHA/ODHIV, dan juga tidak ada lagi kematian yang berhubungan dengan AIDS. WHO sendiri menargetkan HIV & AIDS bisa diatasi di tahun 2030.

Yayasan AIDS Indonesia berdiri sejak 13 Agustus 1993. Yayasan AIDS Indonesia didirikan untuk mewujudkan kepedulian terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan penanggulangan epidemi AIDS, Yayasan AIDS Indonesia berfokus kepada program pencegahan HIV & AIDS, dengan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) sebagai program utama yang termasuk aktivitas edukasi HIV & AIDS, pelatihan konselor, komunikasi, dan media sosial di dalamnya. Grup target kami adalah kelompok usia remaja (15-29 tahun). Jika sahabat YAIDS ingin mendapatkan penyuluhan terkait dengan HIV dan AIDS bisa langsung menghungi kami di:
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp: +62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here