Beranda All News & Media Hari Palang Merah Indonesia

Hari Palang Merah Indonesia

22
0
Advertisement

Sejarah Palang Merah

Tanggal 17 September setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia. Palang Merah di Indonesia sudah ada sejak jaman Belanda, tepatnya 21 Oktober 1873. Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK) yang kemudian namanya menjadi Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indië (NERKAI), namun dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Komite Internasional Palang Merah (International Comitte of the Red Cross, ICRC) adalah organisasi induk dari dari Palang Merah Indonesia. Menelisik lebih jauh, ICRC sudah didirikan sejak 1863 sebelum Konvensi Jenewa tahun 1949. Adalah Henry Dunant yang sebelumnya menyaksikan langsung kengerian perang (Solferino) dan melihat para tentara yang terluka tanpa ada yang mengobati ataupun merawat mereka.

Advertisement

A Memory of Solferino ditulis oleh Henry setelah kembali ke Swiss yang menggambarkan kengerian perang. Setelahnya dia secara gigih memperjuangkan pendiriannya untuk mendirikan suatu organisasi bantuan untuk membantu para tentara yang terluka selama masa perang. Dia juga meminta dibuatnya suatu perjanjian internasional untuk menjamin netralitas dan perlindungan kepada yang terluka di medan perang, kepada petugas medis dan juga rumah sakit darurat di medan perang.

Oktober 1863 dilakukan konferensi internasional di Jenewa, Swiss untuk mengembangkan langkah-langkah meningkatkan servis medis di medan perang. Resolusi final dari konferensi tersebut adalah:

  • Pendirian badan nasional untuk merawat tentara-tentara yang terluka
  • Netralitas dan perlindungan kepada tentara-tentara yang terluka
  • Penggunaan pasukan relawan untuk membantu merawat tentara di medan perang
  • Penyelanggaran konferensi tambahan untuk memberlakukan konsep-konsep dalam perjanjian internasional yang mengikat secara hukum
  • Pengenalan simbol proteksi umum untuk personel medis di lapangan.

Sejarah Palang Merah di Indonesia

Di tahun 1932 muncul semangat baru unruk mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipelopori oleh dr. RCL. Senduk dan Dr. Bahder Djohan. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas, terutama dari kalangan terpelajara Indonesia, kemudian diajukan dalam Sidang konferensi NERKAI di tahun 1940 namun ditolak.

3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan kepada Menteri Kesehatan Kabinet I saat itu dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional. Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai penulis dan tiga anggota lainnya yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan Republik Indonesia, 17 September 1945, PMI terbentuk dengan Drs. Mohammad Hatta sebagai ketua pertama. Dan sejak saat itu juga setiap tanggak 17 September selalu dikenal sebagai hari PMI.

16 Januari 1950 Pemerintah Belanda membubarkan NERKAI dan menyerahkan asetnya kepada PMI, dikarenakan hanya ada satu perhimpunan nasional. 15 Juni 1950 keberadaan Palang Merah Indonesia diakui oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC), PMI menjadi anggota ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of the Red Cross and Red Crescent Societies, IFRC)

Peran Palang Merah Indonesia

Peran Palang Merah Indonesia adalah untuk membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan yang dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-konvensi Jenewa tahun 1949 dan juga Undang-Undang No. 59 tahun 1958. PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No. 25 tahun 1950 dan menjadi satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No. 246 tahun 1963.

adapun tugas yang dilakukan oleh PMI sejauh ini adalah:

  • Memberikan bantuan kepada korban konflik bersenjata, kerusuhan dan lainnya;
  • Memberikan pelayanan darah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  • Melakukan pembinaan relawan;
  • Melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan Kepalangmerahan;
  • Menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan Kepalangmerahan;
  • Membantu dalam penanganan musibah dan/atau bencana di dalam dan di luar negeri;
  • Membantu pemberian pelayanan kesehatan dan sosial;
  • Melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya yang diberikan oleh pemerintah.

Saat ini, PMI sudah ada di 33 provinsi di seluruh Indonesia, 474 kabupaten/kota dan 3.406 Kecamatan (data Feb 2019). dan sudah ada sekitar 1,5 juta relawan yang membantu program dan kegiatan PMI. Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menjadi Ketua Palang Merah Indonesia saat ini.

Dalam melaksanakan tugasnya, PMI mempunyai tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Palang Merah Indonesia tidak memihak golongan, politikm ras, suku ataupun agama tertentu dan selalu mengutamakan korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya. Hal tersebut sama seperti program kampanye Yayasan AIDS Indonesia di tahun 2020 ini, yaitu #ZeroStigma dengan tujuan untuk mengurangi angka stigma dan diskriminasi yang masih tinggi di Indonesia.

Yayasan AIDS Indonesia juga membutuhkan bantuan dan komunikasi dari setiap masyarakat yang sudah disuluh untuk bisa menyebarluaskan informasi terkait HIV & AIDS.

Semua ini diperlukan untuk berperang melawan stigma yang masih tinggi di masyarakat, bantuan seperti apapun sangat diperlukan untuk menuju goal tersebut, salah satunya dengan cara berdonasi, jika ada dari sahabat YAIDS yang ingin memberikan donasi, bisa langsung menuju ke sini.

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp

+62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

+62 813-1775-9645 (Kerjasama dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here