Beranda All News & Media Hari Kesehatan Seksual Sedunia

Hari Kesehatan Seksual Sedunia

25
0
Advertisement

Hari Kesehatan Seksual Sedunia

Empat September diperingati sebagai Hari Hak dan Kesehatan Reproduksi dan Seksual. Sejak pertama kali di inisiasi oleh “World Association for Sexual Health” di tahun 2010 memanggil semua organasasi di dunia untuk memperingati “World Sexual Health Day” (WHSD) setiap tanggal 4 September setiap tahunnya.

Hal ini dilakukan dalam upaya mempromosikan kesadaran sosial yang lebih tinggi terkait kesehatan seksual di seluruh dunia. Sejak saat lebih dari 60 negara mengikuti peringatan ini dengan cara bermacam-macam, dari diskusi grup sampai ke eksibisi seni.

Advertisement

Kesehatan seksual adalah hal yang fundamental dalam kesehatan secara umum dari seorang individu, pasangan, dan keluarga. Dan juga untuk pengembangan sosial dan ekonomi komunitas maupun negara. Kesehatan seksual saat dilihat dengan tegas, membutuhkan pendekatan yang positif dan tanpa menyinggung pribadi terkait seksualitas dan orientasi seksual.

Hal ini jika dilihat dengan sudut pandang positif dapat menghilangkan stigma dan diskriminasi dalam masyarakat. Namun jika dilihat dengan sudut pandang negatif dapat mengakibatkan salah persepsi di masyarakat yang condong ke arah pelegalan komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) di Indonesia.

Definisi Kesehatan Seksual

Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan seksual adalah kondisi di mana fisik, mental, dan keadaan sosial dalam hubungan ke seksualitas. Ini membutuhkan pendekatan yang positif dan menghormati seksualitas dan hubungan seksual, dan juga kemungkinan untuk menikmati dan pengalaman seks yang aman, tanpa adanya paksaan, diskriminasi dan kekerasan. Kesehatan seksual bagi pria dan wanita dapat diraih tergantung dari:

  • Akses ke komprehensif, informasi yang dapat dipercaya terkait kesehatan seksual
  • Pengetahuan tentang resiko yang akan terjadi dan akibatnya jika melakukan aktivitas seksual yang berbahaya dan tidak sehat
  • Dapat mengakses layanan umum kesehatan seksual
  • Tinggal di lingkungan yang dapat mendukung tercapainya kesehatan seksual

Isu kesehatan yang bersinggungan dengan kesehatan seksual sangat luas, mencakup orientasi dan identitas gender. Namun ada juga konsekuensi negatif seperti:

  • Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), Infeksi Menular Seksual (IMS), Infeksi Saluran Reproduksi (ISR), dan juga resiko lainnya seperti kanker dan kemandulan
  • Kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi
  • disfungsi seksual

Sedangkan menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh. Tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan.

Pemerintah Indonesia juga serius untuk memberi perhatian akan penanganan masalah kesehatan reproduksi, ini bisa dilihat di kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Seperti, Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproudksi, yang menjamin kesehatan ibu dalam usia reproduksi agar melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas, serta mengurangi angka kematian ibu.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 97 Tahun 2014 juga menjamin kesehatan ibu, mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir, menjamin tercapainya kualitas hidup dan pemenuhan hak reproduksi, dan mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang bermutu, aman, dan bermanfaat sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ruang Lingkup Kesehatan Reproduksi

Menurut International Conference on Population and Development (ICPD(1994)) ruang lingkup kesehatan reproduksi meliputi 10 hal, yaitu:

  1. Kesehatan ibu dan bayi baru lahir
  2. Keluarga Berencana
  3. Pencegahan dan penanganan infertilitas
  4. Pencegahan dan penanganan komplikasi keguguran
  5. Pencegahan dan penanganan Infeksi Saluran Reproduksi (ISR), Infeksi Menular Seksual (IMS), dan HIV & AIDS
  6. Kesehatan seksual
  7. Kekerasan seksual
  8. Deteksi dini untuk kanker payudara dan kanker serviks
  9. Kesehatan reproduksi remaja
  10. Kesehatan reproduksi lanjut usia dan pencegahan praktik yang membahayakan, seperti Female Genital Mutilation (FGM).

Akses informasi terkait kondisi dan situasi kesehatan reproduksi, khususnya remaja di Indonesia masih sangat terbatas. Terhitung sejak dari tulisan ini di buat, informasi yang tersedia di website Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) hanya sampai tahun 2013.

Situasi dan Kondisi di Indonesia

Hasil dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), menunjukan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai. Hanya 35,3% remaja perempuan dan 31,2% remaja laki-laki usia 15-19 tahun mengetahui bahwa perempuan dapat hamil dengan satu kali berhubungan seksual. Ini mengindikasikan bahwa informasi yang didapat masih sangat minim dan juga topik tentang edukasi seksual masih sangat tabu untuk diperbincangkan antara orang tua dan anak.

Begitu juga dengan gejala Premenstrual Syndrome (PMS) yang masih kurang diketahui oleh remaja. Informasi terkait HIV relatif lebih banyak diterima oleh remaja, meski hanya 9,9% remaja perempuan dan 10,6% remaja laki-laki memiliki pengetahuan komprehensif mengenai HIV & AIDS.

Salah satu akibat kurangnya pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual adalah resiko tinggi penularan HIV. Dari data yang diperoleh dari SIHA, sampai dengan Mei 2020 ada 13.297 remaja umur 15 sampai 19 tahun yang terinfeksi HIV. Selain karena kurangnya arus informasi yang diterima oleh remaja, karena kebanyakan remaja hanya mendapat informasi dari temannya saja, dan kemungkinan mereka malu bertanya kepada orang tua ataupun guru mereka.

Di sinilah Yayasan AIDS Indonesia menjalankan fungsinya untuk memberikan informasi terkait HIV & AIDS kepada remaja, mulai dari penyuluhan atau yang biasa disebut dengan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) baik secara tatap muka langsung, ataupun daring. Kanal media sosial Yayasan AIDS Indonesia selalu terbuka untuk masyarakat, baik di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube ataupun WhatsApp, Masyarakat juga bisa datang langsung ke kantor Yayasan AIDS Indonesia di sini

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp

+62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

+62 813-1775-9645 (Kerjasama dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here