Beranda All News & Media Hari AIDS Sedunia 2020: Solidaritas Global, Tanggung Jawab Bersama

Hari AIDS Sedunia 2020: Solidaritas Global, Tanggung Jawab Bersama

125
0
Advertisement

Yoo, Sahabat YAIDS

Tanggal 1 Desember selalu diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Saat pertama kali Hari AIDS Sedunia diadakan tahun 1988 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sejak HIV & AIDS sudah diidentifkasi sejak 4 tahun ke belakang.

Dikutip dari Time jumlah kasus di Amerika Serikat yang dilaporkan sejak Juni 1981 sudah 37.195 orang yang meninggal akibat dari HIV & AIDS. Perlu adanya hari khusus yang diperingati setiap tahunnya untuk mengedukasi masyarakat akan HIV & AIDS di seluruh dunia.

Advertisement

James W. Bunn dan Thomas Netter

Adalah James W. Bunn dan Thomas Netter yang merupakan pegawai Organisasi Dunia Saat itu sedang berbincang tentang HIV & AIDS yang berhasil diidentifikasi secara resmi tahun 1984. Mereka membaca kutipan pidato Direktur Jenderal WHO mengenai perlunya mobilisasi global untuk menyikapi fenomena AIDS dengan langkah yang paling efektif.

Di kepala Bunn mendadak muncul gagasan bahwa jika ada “hari khusus” AIDS yang diperingati setiap tahun, seperti halnya Thanksgiving dan banyak momen lainnya, itulah solusi yang diperlukan untuk menyebarkan edukasi tentang AIDS ke seluruh dunia.

Namun, informasi seperti ini juga bisa berpotensi bahaya jika disampaikan dengan cara yang kurang tepat. Maka, menurut Bunn, perlu diadakannya semacam “perayaan” untuk AIDS. Pada Agustus 1987, Bunn dan Netter menyampaikan ide tersebut kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Program AIDS Global (yang kelak diresmikan dengan nama UNAIDS).

Direktur Mann ternyata menyukai konsep itu dan setuju. Bunn kemudian merekomendasikan tanggal 1 Desember 1988 sebagai peringatan pertama Hari AIDS Sedunia. Alasannya, supaya media-media Eropa dan Amerika Serikat, bahkan seluruh dunia, bisa meliput momen bersejarah ini.

Tanggal 1 Desember 1988 dipilih karena sudah cukup lama berselang dari pemilihan presiden Amerika Serikat yang digelar beberapa pekan sebelumnya sehingga media bisa beralih fokus, juga pas sebelum libur natal.

Sejak saat itulah setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia yang dirayakan di berbagai negara. Sejak 1996, seiring dengan mulai beroperasinya UNAIDS, perencanaan dan promosi Hari AIDS Sedunia dikelola langsung oleh badan yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Bahkan, terhitung mulai tahun 2004, Kampanye AIDS Sedunia (The World AIDS Campaign) diresmikan sebagai organisasi independen. Hingga saat ini, Hari AIDS Sedunia rutin dirayakan dan diperingati sebagai edukasi bagi masyarakat dunia untuk menyikapi HIV & AIDS dengan lebih baik lagi tak terkecuali di Indonesia.

Tujuan Hari AIDS Sedunia

Pada awalnya diadakan Hari AIDS Sedunia adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat global terkait isu HIV & AIDS, agar masyarakat mengetahui bahaya dan bisa melindungi diri mereka sendiri, menjauhkan mereka dari kesalahan-kesalahan informasi yang beredar luas, dan juga mengikis stigma dan diskriminasi secara perlahan.

Dikutip dari situs Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, tujuan Hari AIDS Sedunia secara jangka panjang adalah untuk mewujudkan target Three Zero di tahun 2030 nanti, yaitu:

  1. Tidak ada lagi penularan HIV
  2. Tidak ada lagi kematian akibat HIV & AIDS
  3. Tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV & AIDS (ODHA)

Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember menjadi kesempatan untuk komunitas untuk bersatu melawan HIV & AIDS, memberikan dukungan untuk semua yang didiagnosa dan mengenang untuk semua yang telah berjuang melawan AIDS.

Hari AIDS Sedunia tidak hanya meningkatkan kesadaran global akan HIV & AIDS secara statistik, meski hal ini jug penting. Tapi juga mengedukasi publik akan kebenaran tentang HIV, bagaimana penyebarannya, gejala, dan penangannya. Hari AIDS Sedunia juga sebagai pengingat bahwa kita masih harus melawan stigma dan diskriminasi yang melekat pada ODHA.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip dari Western Pacific Hari AIDS Sedunia bertujuan untuk mengajak semua orang di seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran akan HIV & AIDS dan mendemontrasikan kesolidaritasan internasional dalam masa pandemi.

Hari AIDS Sedunia menjadi kesempatan untuk semua pihak menyebarluaskan pengetahuan akan HIV & AIDS, kondisi terkini dan mendukung pergerakan positif untuk pencegahan HIV & AIDS dan penangannya di seluruh dunia.

Hari AIDS Sedunia menjadi salah satu Hari Kesehatan Internasional yang dikenal oleh publik di seluruh dunia dan menjadikannya kesempatan untuk meningkatkan kesadaran publik, mengenang mereka yang menjadi korban dari HIV & AIDS dan merayakan kemajuan perkembangan untuk pencegahan dan pengobatan.

Hari AIDS Sedunia 2020

Di tahun 2020 ini dimana pandemi COVID-19 belum juga berakhir di seluruh dunia, maka dari itu kebanyakan peringatan yang diadakan di seluruh dunia mempunyai format pertemuan virtual seperti seminar online (webinar).

Tema Hari AIDS Sedunia dari WHO adalah “Global Solidarity and Resilient HIV Services” (“Solidaritas Global, Tanggung Jawab Bersama”). Menurut WHO epidemi HIV di seluruh dunia belum berakhir, bahkan bisa lebih meningkat selama pandemi COVID-19, dengan dampak yang buruk untuk komunitas dan negara.

Di tahun 2019 ada sekitar 38 juta orang yang hidup dengan HIV. Satu dari lima orang tersebut tidak sadar akan statusnya dan 3 orang yang menerima penanganan HIV terganggu penangannya. 690.000 orang meninggal karena komplikasi AIDS dan 1,7 juta infeksi baru terjadi di seluruh dunia.

Sekarang adalah saatnya bagi kita untuk sekali lagi mengambil langkah untuk bekerja sama dalam mengakhiri COVID-19 dan kembali ke jalur mengakhiri HIV di tahun 2030. Beberapa aksi kunci yang disarankan oleh who adalah:

  1. Memperbarui cara bekerja mengakhiri HIV
  2. Berinovasi dalam penanganan HIV
  3. Ikut serta melindungi para pekerja tenaga kesehatan
  4. Mementingkan pihak-pihak yang rentan seperti anak muda dan populasi kunci

Hari AIDS Sedunia Yayasan AIDS Indonesia

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengambil tema nasional “Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas: 10 Tahun menuju Akhir AIDS 2030” untuk tema Hari AIDS Sedunia 2020. Pemerintah meminta semua pihak yang terkait untuk meningkatkan kolaborasi dan solidaritas untuk mencapai target 90-90-90 di tahun 2030 nanti.

Yayasan AIDS Indonesia bekerja sama dengan lembaga Bakrie Amanah, Mulai Dari Kita, dan Ruang Sandi menyelenggarakan seminar online (webinar) untuk memperingati Hari AIDS Sedunia 2020 dengan tujuan sebagai inisiator dan berkolaborasi untuk mencapai target getting to zero di tahun 2030 nanti.

Di kesempatan itu juga Yayasan AIDS Indonesia berkesempatan untuk memperkenalkan para Relawan Nasional yang di miliki di seluruh Indonesia, dan juga menjelaskan program Yayasan AIDS Indonesia di tahun 2021 nanti. Seperti apa bentuk program Yayasan AIDS Indonesia di tahun 2021 nanti? Bisa diintip preview-nya di tautan berikut.

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp

+62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

+62 813-1775-9645 (Kerjasama dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here