Beranda Artikel Apa Itu OHIDHA dan ODHA

Apa Itu OHIDHA dan ODHA

67
0
Sumber: IPMDKI
Advertisement

Pengertian ODHA dan OHIDHA Mungkin bagi kita semua kata-kata seperti ODHA, OHIDHA, ADHA, ataupun ODHIV masih sangat jarang kita dengar, memang kata-kata tersebut masih belum banyak diketahui orang-orang awam.

Maka dari itu dikesempatan kali ini Yayasan AIDS Indonesia mencoba untuk menjelaskan apa sih yang dimaksud dengan ODHA maupun OHIDHA, bagaimana keseharian mereka, apa semua aktivitas yang mereka bersama-sama lakukan sangat terbatas?

Advertisement

Apa saja sih yang bisa diberikan OHIDHA untuk ODHA dengan tujuan untuk meminimalisir stigma yang hadir di masyarakat. Seseorang yang terinfeksi HIV atau mengidap AIDS sering disebut dengan ODHA.

Seseorang yang HIV+ dinyatakan sebagai mengidap AIDS ketika menunjukkan gejala atau penyakit tertentu yang merupakan akibat penurunan daya tahan tubuh yang disebabkan HIV atau tes darah menunjukkan jumlah CD4 < 200/mm3, ini merupakan penjelasan deskripsi ODHA menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2006.

Sedangkan untuk OHIDHA sendiri adalah Orang yang Hidup dengan ODHA, seseorang itu bisa merupakan saudara kandung, orang tua, atau merupakan pasangan suami dan istri. Tapi menurut penulis secara pribadi kata OHIDHA bukan hanya mencakup itu saja, namun OHIDHA merupakan kata-kata luas yang mencakup siapapun yang mengetahui status seseorang dan mampu untuk memberikan dukungan ataupun tidak melakukan diskriminasi dan stigma terhadap ODHA, kata itu bisa mencakup kita semua secara luas.

Hidup bersama ODHA bukanlah sesuatu hal yang berbahaya ataupun mengerikan, OHIDHA masih bisa melakukan banyak hal bersama-sama ODHA, mereka masih bisa makan bersama, ngobrol bersama dan masih banyak hal lainnya dilakukan untuk bersosialisasi.

Namun OHIDHA disarankan tidak memakai peralatan pribadi secara bergantian, seperti alat sikat gigi, pisau cukur, dan alat-alat lainnya yang bisa berisiko menyebabkan luka. Karena HIV tidak bisa ditularkan hanya dengan bersentuhan ataupun lewat udara, jadi tidak perlu menjaga jarak yang signifikan dengan ODHA, atau bahkan sampai mendiskriminasi dan menstigma ODHA .

Banyak macam bentuk dukungan untuk ODHA yang bisa diberikan dari OHIDHA, dukungan semangat, moril adalah hal yang sangat dibutuhkan ODHA, agar mereka bisa tetap mempunyai spirit yang tinggi untuk menjalani hidup dan beraktivitas seperti biasa.

Dukungan sosial juga tidak kalah pentingnya untuk seorang ODHA, selain untuk mengembalikan rasa kepercayaan diri ODHA untuk bisa beraktivitas di kehidupan sosial, dukungan sosial juga bisa mengurangi stigma yang timbul di lingkungan ODHA beraktivitas.

Hanya karena adanya HIV didalam tubuh seseorang, bukan berarti kita harus menjauhi orang tersebut atau bahkan sampai menstigma individual tersebut. Seorang ODHA masih bisa beraktivitas layaknya individual biasa, mereka juga membutuhkan segala bentuk dukungan, baik semangat, moril, dan juga sosial untuk mengembalikan kepercayaan diri dan semangat hidup ODHA di dalam kehidupan sosial.

Segala macam bentuk ukungan tersebut pun bisa membuat stigma yang ada menjadi berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Oleh karena itu peran dan dukungan OHIDHA dan lingkungan sekitar sangat penting bagi seorang ODHA.

Mungkin tulisan yang saya buat kali ini jauh dari kata sempurna, tapi ini adalah langkah pertama dari banyak langkah berikutnya. Yayasan AIDS Indonesia sangat terbuka untuk masukan, kritik dan saran dari semua elemen lapisan masyarakat. Jika ada keluhan, kritik dan saran bisa langsung disampaikan ke kami.

Yuk terhubung dengan yaids di sosial media kita :
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube
E-mail: info@yaids.com
Hotline: (021) 549-5313
WhatsApp: +62 813-6099-1993 (Konseling dan Chat Only)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here